Kebudayaan Riau
Indonesia adalah Negara kepulauan yang membentang sangat luas. Indonesia memiliki banyak provinsi yang membuat Indonesia kaya akan keragaman budaya dan kesenian. Dan disini saya akan membahas tentang Kebudayaan dan keseniaan yang berada pada provinsi Riau. Mulai dari asal usul kebudayaannya hingga berbagai kesenian dan keunikan yang dimilikki oleh Riau.
Riau berada di bagian Timur Pulau Sumatra dan merupakan rumah bagi bangsa Melayu. Karya sastra Melayu pertama yaitu Bustanul Katibin ditulis oleh Raja Ali Haji (1850-1851 M) dan diterbitkan di Riau tahun 1857. Buku ini merupakan kitab kompilasi juru tulis bagi kanak-kanak yang mendeskripsikan tata cara penulisan bahasa Melayu dengan ejaan Arab-Melayu (Jawi).Dari wilayah Riau inilah lahir dasar bagi Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu Riau sebagai bahasa pengantar utama masyarakat Riau mempunyai sejarah yang cukup panjang, karena pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
Indonesia adalah Negara kepulauan yang membentang sangat luas. Indonesia memiliki banyak provinsi yang membuat Indonesia kaya akan keragaman budaya dan kesenian. Dan disini saya akan membahas tentang Kebudayaan dan keseniaan yang berada pada provinsi Riau. Mulai dari asal usul kebudayaannya hingga berbagai kesenian dan keunikan yang dimilikki oleh Riau.
Riau berada di bagian Timur Pulau Sumatra dan merupakan rumah bagi bangsa Melayu. Karya sastra Melayu pertama yaitu Bustanul Katibin ditulis oleh Raja Ali Haji (1850-1851 M) dan diterbitkan di Riau tahun 1857. Buku ini merupakan kitab kompilasi juru tulis bagi kanak-kanak yang mendeskripsikan tata cara penulisan bahasa Melayu dengan ejaan Arab-Melayu (Jawi).Dari wilayah Riau inilah lahir dasar bagi Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu Riau sebagai bahasa pengantar utama masyarakat Riau mempunyai sejarah yang cukup panjang, karena pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
Pada
abad ke-16 pulau-pulau di Riau dikuasai oleh Kerajaan Melayu. Namun, mereka
sulit mempertahankan kekuasaan karena selain melawan bajak laut, mereka juga
harus menghadapi serangan Portugis, Belanda dan Inggris yang ingin menguasai
pintu masuk selatan Selat Malaka, sebuah wilayah yang yang strategis untuk
melakukan perdagangan dengan Cina dan India. Sebelum Perang Dunia II minyak
ditemukan di Pekanbaru. Sumur minyak pertama dibuat di Minas sekitar 10-15 km
dari Pekanbaru. Sampai saat ini, minyak menjadi salah satu sumber penghasilan
utama di Provinsi Riau. Provinsi Riau secara geografis, geoekonomi dan
geopolitik terletak pada jalur yang sangat strategis karena terletak pada jalur
perdagangan Regional dan Internasional. Ibu kota Riau sejak tahun 1959 adalah
Pekanbaru dimana sebelumnya berada di Tanjung Pinang yang terletak di Pulau
Bintan. Pada Zaman Kerajaan Sriwijaya, Bahasa Melayu sudah menjadi bahasa
internasional Lingua franca di kepulauan Nusantara, atau
sekurang-kurangnya sebagai bahasa perdagangan di Kepulauan Nusantara.
Jadi dapat disimpulkan Mayoritas penduduk Riau merupakan suku Melayu. Mereka dikenal dengan karakter yang ramah, hangat dan penuh kasih sayang, mereka juga memiliki dialek bahasa yang berbeda-beda. Terdapat beberapa suku yang dilindungi di Riau dan suku yang paling terkenal adalah suku Sakai yang masih hidup dan berkembang di dalam hutan.
Tak hanya tentang ulasan asal usul budaya Riau yang bercorak melayu tetapi tentang Adat dan keseniannya pula. Adat dan kesenian melayu pada Riau ini yang mengatur tingkah laku dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal dan berasal dari daerah ini.
Berikut beberapa kebudayaan dan kesenian Riau :
Jadi dapat disimpulkan Mayoritas penduduk Riau merupakan suku Melayu. Mereka dikenal dengan karakter yang ramah, hangat dan penuh kasih sayang, mereka juga memiliki dialek bahasa yang berbeda-beda. Terdapat beberapa suku yang dilindungi di Riau dan suku yang paling terkenal adalah suku Sakai yang masih hidup dan berkembang di dalam hutan.
Tak hanya tentang ulasan asal usul budaya Riau yang bercorak melayu tetapi tentang Adat dan keseniannya pula. Adat dan kesenian melayu pada Riau ini yang mengatur tingkah laku dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal dan berasal dari daerah ini.
Berikut beberapa kebudayaan dan kesenian Riau :
11.
Rumah Adat
Kepulauan Riau memang sangat kaya
dengan keragaman seni dan budayanya, seperti halnya keragaman bentuk dari rumah
adat. Salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat Kepulauan Riau adalah
Limas Potong. Jenis rumah adat melayu yang lain adalah rumah tradisional Belah
Bubung. Lain halnya rumah adat di provinsi Riau daratan, rumah tradisionalnya
yaitu Rumah Lontik dan Rumah Salaso Jatuh Kembar.
Rumah Limas potong
Rumah Limas potong
Rumah Limas Potong berbentuk rumah
panggung, sebagaimana rumah tradisional di Sumatra pada umumnya. Tingginya
sekitar 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Dinding rumah dibuat dari susunan
papan warna coklat, sementara atapnya berupa seng warna merah. Kusen pintu,
jendela serta pilar anjungan depan rumah dicat minyak warna putih.
Rumah belah bubung
Adapun rumah adat Kepulauan Riau lainnya yaitu Belah Bubung. Dikenal dengan sebutan rumah Rabung atau rumah Bumbung Melayu. Nama rumah Belah Bubung diberikan oleh orang Melayu karena bentuk atapnya terbelah. Disebut rumah Rabung karena atapnya mengunakan perabung. Sedangkan nama rumah Bubung Melayu diberikan oleh orang-orang asing, khususnya Cina dan Belanda, karena bentuknya berbeda dengan rumah asal mereka, yaitu berupa rumah Kelenting dan Limas.
Adapun rumah adat Kepulauan Riau lainnya yaitu Belah Bubung. Dikenal dengan sebutan rumah Rabung atau rumah Bumbung Melayu. Nama rumah Belah Bubung diberikan oleh orang Melayu karena bentuk atapnya terbelah. Disebut rumah Rabung karena atapnya mengunakan perabung. Sedangkan nama rumah Bubung Melayu diberikan oleh orang-orang asing, khususnya Cina dan Belanda, karena bentuknya berbeda dengan rumah asal mereka, yaitu berupa rumah Kelenting dan Limas.
2. Seni Tari
Daerah Riau atau secara
administratif disebut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki kekayaan budaya
yang beraneka ragam dari mulai sastra, musik, dan tari. Salah satu dari
kekayaan Kepri ialah Tari Melemang dan Tari Tandak.
a.Tari Melemang
Memperkenalkan kepada anda salah
satu tarian tradisional dari Kepulauan Riau yakni Tari Melemang. Menurut
sejarahnya tari Melemang berasal dari Tanjung Pisau Negeri Bentan Penaga,
kecamatan Bintan. Tarian ini pertama kali dimainkan sekitar abad ke-12. Ketika
itu, tari Melemang hanya dimainkan di istana Kerajaan Melayu Bentan yang
pusatnya berada dibukit batu, Bintan. Tarian ini hanya dipersembahkan bagi Raja
ketika sang Raja sedang beristirahat, karena merupakan istana yang ditarikan
oleh para dayang kerajaan. Namun setelah kerajaan Bentan mengalami keruntuhan
tari Melemang berubah menjadi tarian hiburan rakyat.

Tari melemang biasanya dimainkan
oleh 14 penari, diantaranya seorang pemain berperan sebagai Raja, seorang
berperan sebagai permaisuri, seorang berperan sebagai puteri, empat orang
sebagai pemusik, seorang sebagai penyanyi serta enam orang sebagai penari,
mereka menggunakan kostum bergaya melayu sesuai dengan perannya.
b.Tari Tandak
Tarian tandak ini merupakan tarian
dengan mengkombinasikan nyanyian. Bentuk tariannya berupa pantun yang saling
bertimbal-balik antara kelompok pria dan wanita. Lagu atau pantun pada tarian
ini berisi tentang hal-hal yang ada di bumi atau mengenai kehidupan sehari-hari
manusia. Tari tandak adalah tarian pergaulan yang sangat digemari atau disukai
di daerah Riau. Tari ini merupakan gabungan antara seni tari dan sastra, biasanya
dipertunjukan pada malam hari.

Tarian ini bertujuan agar pemuda dan
pemudi mempunyai kesempatan untuk bertemu. Pertemuan itu kadang-kadang berakhir
pada jatuh cinta. Tari Tandak menjadi media silaturahmi tempat bertemunya
antara pemuda dan pemudi antar kampung.Banyak pasangan suami istri yang bermula
dari pertemuan acara tari Tandak ini namun ada pula yang kisah cintanya tidak
direstui pihak keluarga.
Tarian ini juga melambangkan ikatan
ikatan yang terjalin antara teman-teman yang berlainan kampung. serta
menciptakan rasa aman antar kampung. Dalam tarian ini, semua peserta bebas
memilih pasangan. Karena tarian ini merupaka hiburan sekaligus silaturahmi,
acara ini banyak dihadiri oleh warga, dari anak kecil hingga orang dewasa.
Secara rutin acara tari tandak ini dilaksanakan setiap bulan Juli-Oktober
setiap tahunnya, di mana pada bulan-bulan tersebut para petani usai
melaksanakan panen.
3. Senjata Khas Kepulauan Riau
Senjata Khas Riau adalah Tumbuk Lada (Badik Tumbuk)
Tumbuk Lada merupakan sejenis senjata tradisional dari daerah Kepulauan Riau yang digunakan para panglima perang dalam pertempuran. Selain itu, Tumbuk Lada atau disebut Badik Tumbuk ini pada zaman dulu juga menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat selain keris di Kepulauan Riau, Deli, Siak dan Semenanjung Tanah Melayu. Panjang pedang ini mencapai satu meter. Pada pangkal sarung Tumbuk Lada terdapat bonjolan bundar yang selalunya dihias dengan ukiran yang dipahat. Sarung senjata ini selalunya dilapis dengan kepingan perak yang diukir dengan pola-pola rumit.Panjang bilah tumbuk lada sekitar 27 cm hingga 29 cm. Lebar bilahnya sekitar 3.5 cm hingga 4 cm. Dari tengah bilah sampai ke pangkalnya terdapat alur yang dalam.
Tumbuk Lada digunakan secara
menikam, mengiris dan menusuk dalam pertempuran jarak dekat. Ia boleh dipegang
dengan dua jenis genggaman yaitu dengan mata keatas ataupun mata ke bawah.
Senjata lainnya adalah kelewang, digunakan prajurit tempo dulu.
4. Pakaian Adat Khas Riau
Pria:
Pakaian
pria yang digunakan pria disebut baju teluk belanga. Baju ini dipadankan dengan
celana panjang yang disuji. Sehelai kain diikatkan ditengah badan hamper
menyentuh lutut. Bagian kepala ditutup dengan destar atau tanjak. Pada hari
pernikahan pengantin pria memakai jubah yang dilengkapi celana panjang, kain
selempang dan ikat pinggang. Pengantin ini memakai tutup kepala yg
disebut ketu.
Wanita:
Wanita
memakai atasan berupa baju kurung dan kain selempang yang telah disuji.
Bawahannya adalah kain songket dengan motif yang cantik. Pakaian ini dilengkapi
dengan perhiasan berupa anting, gelang dan cincin. Pakaian pengantin dilengkapi
baju telepuk dan kain cual. Sanggul kepala dihiasi tusuk cempaka emas dan
penutup dahi atau pasiani. Perhiasan lain yang biasa digunakan adalah pending
gelang dan cincin terbuat dari emas.
5. Lagu Daerah: Lagu Melayu dalam bentuk Langgam atau Senandung, Lagu
Joget, Lagu Zapin, Musik Silat, Musik Inang, Musik Ghazal, Musik Boria, Musik
Mak Yong, Musik Mendu, Musik Lang-lang Buana, Musik Bangsawan, Musik Barongsai
dan lain sebagainya.
6. Alat Musik Tradisional
6. Alat Musik Tradisional
Rebana Ubi
Rebana ubi digunakan sebagai alat
komunikasi sederhana pada zaman itu karena bunyinya yang cukup keras. Jumlah
pukulan pada rebana ubi memiliki makna tersendiri yang telah dipahami oleh
masyarakt saat itu

Kordeon
Kordeon adalah alat musik yang berasal dari Riau. Alat musik
ini bisa dimainkan dengan cara dipompa. Alat musik ini termasuk sulit untuk
dimainkan. Tidak banyak yang dapat memainkannya.

7. Suku: Melayu, Bugis, Jawa, Arab, Tionghoa, Padang, Batak,Sunda dan Flores.
8. Bahasa: Bahasa yang dipakai adalah bahasa resmi yaitu Bahasa Indonesia dan ada juga yang menggunakan bahasa Melayu.
9. Makanan Khas Riau
Makanan tradisional orang Melayu bercita rasa makanan yang pedas, namun kita juga dapat menemukan berbagai macam makanan lain disini. Makanan yang paling terkenal di Riau adalah kare. Orang Melayu di Riau pun memiliki resep istimewa dengan bahan-bahan seafood. Dengan Makanan khas nya yaitu Siput laut. Warga setempat menyebutnya sebagai gonggong. Hewan laut ini banyak terdapat di Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Begitupun dengan makanan yang disukai oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara yang berkunjung ke daerah ini. Seperti :
1. Bolu Kemojo
Bolu Kemojo
adalah panganan khas Melayu dari Riau. Kue ini sering disajikan pada hajatan,
buka puasa, atau perayaan-perayaan hari besar seperti lebaran. Pada umumnya kue
ini berwarna hijau coklat dengan rasa pandan. Namun, kini juga dikembangkan
berbagai macam rasa seperti durian dan kacang.
2. Lempuk
Durian
Lempuk Durian
merupakan salah satu Jenis Makanan Khas dari Riau yang terbuat
dari Durian, lempuk ini berbentuk seperti dodol. Selain di Riau, lempuk juga
dapat dijumpai di daerah lain di Sumatera. Siapa sih yang tidak kenal dengan
lempuk durian, "Makanan Khas Riau" ini berasal dari Kab. Bengkalis,
bahkan lempuk sudai menjadi ikon Bengkalis, jika kita berkunjung ke Bengkalis
kurang lengkapnya jikanya tidak membeli buah tangan Lempuk Durian.
3. Es
Laksamanana Mengamuk
Es Laksamana
Mengamuk merupakan minuman dingin yang menggunakan buah kuini sebagai bahan
utama. Konon, keberadaan minuman ini berawal dari mengamuknya seorang laksamana
di kebun kuini. Laksamana tersebut mengamuk lantaran istrinya dibawa lari oleh
pemilik kebun kuini tersebut. Sang laksamana menebas-nebaskan pedangnya ke
seluruh penjuru, hingga puluhan buah kuini hancur karena kemarahannya ini. Usai
sang laksamana menuntaskan kemarahannya dan pulang, orang-orang di sekitar
kebun kuini mengambil puluhan buah kuini yang sudah tercincang dan terhampar di
rumput. Pada awalnya, orang-orang tersebut bingung, akan diapakan buah kuini
yang telah terpotong-potong tersebut. Hingga salah seorang wantia, mencampurkan
potongan-potongan buah kuini itu dengan air santan dan gula merah. Jadilah
minuman segar, yang pada waktu itu, langsung dinikmati oleh orang sekampung.
4. Roti Jala
Roti jala
terbuat dari kombinasi adonan tepung serta berbagai jenis kuah yang bisa
dijadikan pilihan. Kuah yang sering digunakan adalah kuah kari dan kuah manis.
Roti jala sering ditemui pada saat acara resepsi pernikahan, akikah serta pada
saat bulan ramdahan dan hara raya idul fitri/adha.
5. Kue Bangkit
10. Tempat Wisata
Provinsi Riau pun menyajikan banyak tempat wisata menarik yang bisa anda kunjungi, salah satunya adalah Pacu Jalur.
Pacu Jalur ini merupakan sebuah budaya kabupaten Sengingi yang paling terkenal di Riau. Pacu Jalur adalah salah satu event yang paling ditunggu-tunggu di daerah kota Riau. Pacu Jalur merupakan sebuah kayu panjang yang bentuknya seperti perahu yang diisi sekitar 40 sampai 60 orang. Pada setiap event ini digelar, seluruh warga kota Riau akan ikut bersenang-senang merayakannya. Pacu Jalur adalah salah satu keunikan yang dimiliki oleh Indonesia dan sudah banyak wisatawan yang tertarik dengan kesenian Pacu Jalur ini. Biasanya kesenian ini diselengarakan di kabupaten Sengingi dan berlangsung pada bulan Juli atau Agustus. Jika anda tertarik untuk melihat kegiatan Pacu Jalur ini datanglah ke Riau saat bulan Juli atau Agusts

Selain itu ada juga tempat wisata
lain di Riau yang juga wajib anda kunjungi yaitu Air terjun Tujuh Tingkat. Air terjun Tujuh Tingkat ini berlokasi di
kecamatan Kuantan, kabupaten Kuansing. Jika anda ingin menuju ke air terjun ini
anda membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota. Air terjun ini sangat
menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dan jika anda sedang berlibur ke Riau
anda harus menyempatkan untuk datang atau berkunjung ke air terjun ini. Dijamin
anda tidak akan menyesal jika anda datang k tempat air terjun yang ada di Riau
ini. Air terjun ini juga menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dan masih
sangat asri, udara di sekitar air terjun ini juga sangat sejuk.

Ada juga tempat wisata di Riau yang recommended selain air terjun dan Pacu Jalur, yaitu Anjungan Seni Idrus Tintin. Tempat ini
merupakan salah satu Wonder Building di Pekanbaru, Riau. Bangunan ini sangat
khas dan identik dengan adat Melayu Riau. Untuk namanya itu sendiri diambil
dari nama seniman yang sangat tersohor di Riau. Gedung ini sampai sekarang
masih berdiri kokoh, gedung ini tingginya setara dengan gedung tiga lantai.
Gedung ini juga pernah dipakai untuk menggelar acara Festival Film Indonesia
(FFI) pada tahun 2008. Saat itu hampir seluruh artis di negeri ini hadir di
gedung ini. Jadi jika anda ingin melihat megahnya gedung ini anda bisa mencoba
untuk berlibur ke Riau

Berikut ada lagi tempat wisata di
Riau yang tak kalah menarik yaitu Pulau
Jemur. Pulau ini terletak kurang lebih sekitar 45 mil dari ibukota
kabupaten Rokan Hilir. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau yang
terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil diantaranya pulau Tekong Emas, pulau
Tekong Simbang, pulau Labuhan Bilik dan pulau-pulau kecil lainnya. Pulau ini
sangat indah, lautan yang terhampar luas akan membelalakkan mata anda dan anda
juga akan dimanjakan dengan pemandangan sekitar pantai yang sangat cantik.
Untuk berlibur ke sini anda tidak akan menyesal dan pasti akan sangat puas
karena pemandangan di pulau ini sangat cantik sekali tentunya juga akan sangat
seru.

Dan ada lagi satu tempat wisata di
provinsi Riau yang perlu anda kunjungi ketika anda sedang berlibur di Riau. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).
Taman ini memilki luas 144.223 hektar, dan taman ini berekosistem hutan hujan.
Kawasan ini merupakan kawasan peralihan antara hutan rawa dengan hutan
pegunungan. Ada beberapa jenis flora dan fauna di taman nasional ini. Anda juga
bisa menjumpai beberapa hewan di taman ini seperti Harimau Sumatera, Tapir,
Beruang Madu, Kancil, Siamang, Kuaw, Babi Hutan, Burung Rangkong dan masih
banyak lagi.
Diatas merupakan Beberapa kebudayaan serta kesenian yang berada di daerah Riau. Walaupun masih banyak yang belum sempat dijelaskan, tapi kita dapat melihat betapa banyaknya kebudayaan dan kesenian yang kita miliki. Penjelasan diatas hanya baru mengulas Riau belum semua bagian2 Indonesia lainnya.Seharusnya dengan banyaknya kebudayaan dan kesenian di Negara kita. Bukan hanya rasa kagum dan cinta saja yang diciptakan tapi Kita harus mampu menciptakan dan menjadi karakter bangsa yang mencerminkan kekayaan kebudayaan kita. Menjadi penerus bangsa yang dapat melestarikan keseniaan dan kebudayaan kita. Agar tidak terjajah oleh zaman. Walaupun buktinya sekarang kebudayaan kita telah terjajah oleh zaman dan mayoritas masyarkat kita lebih mampu menjadi karakter bangsa lain. Selagi kebudayaan kita belum terkubur semua oleh zaman, Marilah kita memulai belajar menjadi benih penerus bangsa yang dapat melestarikan dan menjaga kebudayaan serta kelestarian budaya kita ! J
Diatas merupakan Beberapa kebudayaan serta kesenian yang berada di daerah Riau. Walaupun masih banyak yang belum sempat dijelaskan, tapi kita dapat melihat betapa banyaknya kebudayaan dan kesenian yang kita miliki. Penjelasan diatas hanya baru mengulas Riau belum semua bagian2 Indonesia lainnya.Seharusnya dengan banyaknya kebudayaan dan kesenian di Negara kita. Bukan hanya rasa kagum dan cinta saja yang diciptakan tapi Kita harus mampu menciptakan dan menjadi karakter bangsa yang mencerminkan kekayaan kebudayaan kita. Menjadi penerus bangsa yang dapat melestarikan keseniaan dan kebudayaan kita. Agar tidak terjajah oleh zaman. Walaupun buktinya sekarang kebudayaan kita telah terjajah oleh zaman dan mayoritas masyarkat kita lebih mampu menjadi karakter bangsa lain. Selagi kebudayaan kita belum terkubur semua oleh zaman, Marilah kita memulai belajar menjadi benih penerus bangsa yang dapat melestarikan dan menjaga kebudayaan serta kelestarian budaya kita ! J
No comments:
Post a Comment