Welcome in My Blog ;)

Welcome in My Blog :)


Tuesday, October 21, 2014

Tugas ke-2 IBD - Kebudayaan dan Kesenian Riau


                                                          Kebudayaan Riau

            Indonesia adalah Negara kepulauan yang membentang sangat luas. Indonesia memiliki banyak provinsi yang membuat Indonesia kaya akan keragaman budaya dan kesenian. Dan disini saya akan membahas tentang Kebudayaan dan keseniaan yang berada pada provinsi Riau. Mulai dari asal usul kebudayaannya hingga berbagai kesenian dan keunikan yang dimilikki oleh Riau.

            Riau berada di bagian Timur Pulau Sumatra dan merupakan rumah bagi bangsa Melayu. Karya sastra Melayu pertama yaitu Bustanul Katibin ditulis oleh Raja Ali Haji (1850-1851 M) dan diterbitkan di Riau tahun 1857. Buku ini merupakan kitab kompilasi juru tulis bagi kanak-kanak yang mendeskripsikan tata cara penulisan bahasa Melayu dengan ejaan Arab-Melayu (Jawi).Dari wilayah Riau inilah lahir dasar bagi Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu Riau sebagai bahasa pengantar utama masyarakat Riau mempunyai sejarah yang cukup panjang, karena pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
            Pada abad ke-16 pulau-pulau di Riau dikuasai oleh Kerajaan Melayu. Namun, mereka sulit mempertahankan kekuasaan karena selain melawan bajak laut, mereka juga harus menghadapi serangan Portugis, Belanda dan Inggris yang ingin menguasai pintu masuk selatan Selat Malaka, sebuah wilayah yang yang strategis untuk melakukan perdagangan dengan Cina dan India. Sebelum Perang Dunia II minyak ditemukan di Pekanbaru. Sumur minyak pertama dibuat di Minas sekitar 10-15 km dari Pekanbaru. Sampai saat ini, minyak menjadi salah satu sumber penghasilan utama di Provinsi Riau. Provinsi Riau secara geografis, geoekonomi dan geopolitik terletak pada jalur yang sangat strategis karena terletak pada jalur perdagangan Regional dan Internasional. Ibu kota Riau sejak tahun 1959 adalah Pekanbaru dimana sebelumnya berada di Tanjung Pinang yang terletak di Pulau Bintan. Pada Zaman Kerajaan Sriwijaya, Bahasa Melayu sudah menjadi bahasa internasional Lingua franca di kepulauan Nusantara, atau sekurang-kurangnya sebagai bahasa perdagangan di Kepulauan Nusantara.

Jadi dapat disimpulkan Mayoritas penduduk Riau merupakan suku Melayu. Mereka dikenal dengan karakter yang ramah, hangat dan penuh kasih sayang, mereka juga memiliki dialek bahasa yang berbeda-beda. Terdapat beberapa suku yang dilindungi di Riau dan suku yang paling terkenal adalah suku Sakai yang masih hidup dan berkembang di dalam hutan.

Tak hanya tentang ulasan asal usul budaya Riau yang bercorak melayu tetapi tentang Adat dan keseniannya pula. Adat dan kesenian melayu pada Riau ini yang mengatur tingkah laku dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal dan berasal dari daerah ini.

Berikut beberapa kebudayaan dan kesenian Riau :

11. Rumah Adat

Kepulauan Riau memang sangat kaya dengan keragaman seni dan budayanya, seperti halnya keragaman bentuk dari rumah adat. Salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat Kepulauan Riau adalah Limas Potong. Jenis rumah adat melayu yang lain adalah rumah tradisional Belah Bubung. Lain halnya rumah adat di provinsi Riau daratan, rumah tradisionalnya yaitu Rumah Lontik dan Rumah Salaso Jatuh Kembar.

                        
https://jalankemanagitu.files.wordpress.com/2009/06/rumah-melayu2.jpg
                              Rumah Limas potong
 
Rumah Limas Potong berbentuk rumah panggung, sebagaimana rumah tradisional di Sumatra pada umumnya. Tingginya sekitar 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Dinding rumah dibuat dari susunan papan warna coklat, sementara atapnya berupa seng warna merah. Kusen pintu, jendela serta pilar anjungan depan rumah dicat minyak warna putih.
                              Rumah belah bubung
Adapun rumah adat Kepulauan Riau lainnya yaitu Belah Bubung. Dikenal dengan sebutan rumah Rabung atau rumah Bumbung Melayu. Nama rumah Belah Bubung diberikan oleh orang Melayu karena bentuk atapnya terbelah. Disebut rumah Rabung karena atapnya mengunakan perabung. Sedangkan nama rumah Bubung Melayu diberikan oleh orang-orang asing, khususnya Cina dan Belanda, karena bentuknya berbeda dengan rumah asal mereka, yaitu berupa rumah Kelenting dan Limas.

2. Seni Tari
Daerah Riau atau secara administratif disebut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dari mulai sastra, musik, dan tari. Salah satu dari kekayaan Kepri ialah Tari Melemang dan Tari Tandak.

a.Tari Melemang

Memperkenalkan kepada anda salah satu tarian tradisional dari Kepulauan Riau yakni Tari Melemang. Menurut sejarahnya tari Melemang berasal dari Tanjung Pisau Negeri Bentan Penaga, kecamatan Bintan. Tarian ini pertama kali dimainkan sekitar abad ke-12. Ketika itu, tari Melemang hanya dimainkan di istana Kerajaan Melayu Bentan yang pusatnya berada dibukit batu, Bintan. Tarian ini hanya dipersembahkan bagi Raja ketika sang Raja sedang beristirahat, karena merupakan istana yang ditarikan oleh para dayang kerajaan. Namun setelah kerajaan Bentan mengalami keruntuhan tari Melemang berubah menjadi tarian hiburan rakyat.
                                           
http://www.griyawisata.com/images/stories/tari_malanang.jpg

Tari melemang biasanya dimainkan oleh 14 penari, diantaranya seorang pemain berperan sebagai Raja, seorang berperan sebagai permaisuri, seorang berperan sebagai puteri, empat orang sebagai pemusik, seorang sebagai penyanyi serta enam orang sebagai penari, mereka menggunakan kostum bergaya melayu sesuai dengan perannya.

b.Tari Tandak
Tarian tandak ini merupakan tarian dengan mengkombinasikan nyanyian. Bentuk tariannya berupa pantun yang saling bertimbal-balik antara kelompok pria dan wanita. Lagu atau pantun pada tarian ini berisi tentang hal-hal yang ada di bumi atau mengenai kehidupan sehari-hari manusia. Tari tandak adalah tarian pergaulan yang sangat digemari atau disukai di daerah Riau. Tari ini merupakan gabungan antara seni tari dan sastra, biasanya dipertunjukan pada malam hari.
                                               
http://indovasi.or.id/sites/default/files/field/logo/Tari%20Tandak.jpg

Tarian ini bertujuan agar pemuda dan pemudi mempunyai kesempatan untuk bertemu. Pertemuan itu kadang-kadang berakhir pada jatuh cinta. Tari Tandak menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara pemuda dan pemudi antar kampung.Banyak pasangan suami istri yang bermula dari pertemuan acara tari Tandak ini namun ada pula yang kisah cintanya tidak direstui pihak keluarga.

Tarian ini juga melambangkan ikatan ikatan yang terjalin antara teman-teman yang berlainan kampung. serta menciptakan rasa aman antar kampung. Dalam tarian ini, semua peserta bebas memilih pasangan. Karena tarian ini merupaka hiburan sekaligus silaturahmi, acara ini banyak dihadiri oleh warga, dari anak kecil hingga orang dewasa. Secara rutin acara tari tandak ini dilaksanakan setiap bulan  Juli-Oktober setiap tahunnya, di mana pada bulan-bulan tersebut para petani usai melaksanakan panen.

3. Senjata Khas Kepulauan Riau

Senjata Khas Riau adalah Tumbuk Lada (Badik Tumbuk)
Tumbuk Lada merupakan sejenis senjata tradisional dari daerah Kepulauan Riau yang digunakan para panglima perang dalam pertempuran. Selain itu, Tumbuk Lada atau disebut Badik Tumbuk ini pada zaman dulu juga menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat selain keris di Kepulauan Riau, Deli, Siak dan Semenanjung Tanah Melayu. Panjang pedang ini mencapai satu meter. Pada pangkal sarung Tumbuk Lada terdapat bonjolan bundar yang selalunya dihias dengan ukiran yang dipahat. Sarung senjata ini selalunya dilapis dengan kepingan perak yang diukir dengan pola-pola rumit.Panjang bilah tumbuk lada sekitar 27 cm hingga 29 cm. Lebar bilahnya sekitar 3.5 cm hingga 4 cm. Dari tengah bilah sampai ke pangkalnya terdapat alur yang dalam.
                                         http://adcdymm58.files.wordpress.com/2010/06/img_0060.jpg
Tumbuk Lada digunakan secara menikam, mengiris dan menusuk dalam pertempuran jarak dekat. Ia boleh dipegang dengan dua jenis genggaman yaitu dengan mata keatas ataupun mata ke bawah. Senjata lainnya adalah kelewang, digunakan prajurit tempo dulu.

4. Pakaian Adat Khas Riau

                                           
http://fitinline.com/data/article/20140301/Pakaian%20Adat%20Riau%20004.jpeg
Pria:
            Pakaian pria yang digunakan pria disebut baju teluk belanga. Baju ini dipadankan dengan celana panjang yang disuji. Sehelai kain diikatkan ditengah badan hamper menyentuh lutut. Bagian kepala ditutup dengan destar atau tanjak. Pada hari pernikahan pengantin pria memakai jubah yang dilengkapi celana panjang, kain selempang dan ikat pinggang. Pengantin ini memakai  tutup kepala yg disebut ketu.
Wanita:
            Wanita memakai atasan berupa baju kurung dan kain selempang yang telah disuji. Bawahannya adalah kain songket dengan motif yang cantik. Pakaian ini dilengkapi dengan perhiasan berupa anting, gelang dan cincin. Pakaian pengantin dilengkapi baju telepuk dan kain cual. Sanggul kepala dihiasi tusuk cempaka emas dan penutup dahi atau pasiani. Perhiasan lain yang biasa digunakan adalah pending gelang dan cincin terbuat dari emas.

5. Lagu Daerah: Lagu Melayu dalam bentuk Langgam atau Senandung, Lagu Joget, Lagu Zapin, Musik Silat, Musik Inang, Musik Ghazal, Musik Boria, Musik Mak Yong, Musik Mendu, Musik Lang-lang Buana, Musik Bangsawan, Musik Barongsai dan lain sebagainya.

6. Alat Musik Tradisional
Rebana Ubi
Rebana ubi digunakan sebagai alat komunikasi sederhana pada zaman itu karena bunyinya yang cukup keras. Jumlah pukulan pada rebana ubi memiliki makna tersendiri yang telah dipahami oleh masyarakt saat itu
                                                        https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5b0dD0CTguewOPJKq7Eig6yVOOK8O_xak3sEHKrBKBhXBJxWMj9p3bsQB3T3ut42kar7SXRWQM-t0gmzXsk7S1f26YT4KkJJwq2FvjjZeo6Z0TH45nikjlCi6mP3mxmhAlAqOt5hZ4Co/s1600/rubibig.jpg
Kordeon
Kordeon adalah alat musik yang berasal dari Riau. Alat musik ini bisa dimainkan dengan cara dipompa. Alat musik ini termasuk sulit untuk dimainkan. Tidak banyak yang dapat memainkannya.
                                                      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCxP1l1MS3q2_Ycuf3Q8c-DOAltMOLIjEX5IC_c0Oyhq5gSRAq6j8V3nsg9QKfVHN94qvPnjJ6KRbpD1fhswL1Z_zPiTaMoyqch2uM425zhdfny_jUjBs0vMWip2TokU5LixkBSXi-I40/s1600/Kordeon.png
7. Suku:  Melayu, Bugis, Jawa, Arab, Tionghoa, Padang, Batak,Sunda dan Flores.

8. Bahasa:  Bahasa yang dipakai adalah bahasa resmi yaitu Bahasa Indonesia dan ada juga yang menggunakan bahasa Melayu.

9. Makanan Khas Riau
Makanan tradisional orang Melayu bercita rasa makanan yang pedas, namun kita juga dapat menemukan berbagai macam makanan lain disini. Makanan yang paling terkenal di Riau adalah kare. Orang Melayu di Riau pun memiliki resep istimewa dengan bahan-bahan seafood. Dengan Makanan khas nya yaitu Siput laut. Warga setempat menyebutnya sebagai gonggong. Hewan laut ini banyak terdapat di Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Begitupun dengan makanan yang disukai oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara yang berkunjung ke daerah ini. Seperti :

1. Bolu Kemojo

Bolu Kemojo adalah panganan khas Melayu dari Riau. Kue ini sering disajikan pada hajatan, buka puasa, atau perayaan-perayaan hari besar seperti lebaran. Pada umumnya kue ini berwarna hijau coklat dengan rasa pandan. Namun, kini juga dikembangkan berbagai macam rasa seperti durian dan kacang.

2. Lempuk Durian

Lempuk Durian merupakan salah satu Jenis Makanan Khas dari Riau yang terbuat dari Durian, lempuk ini berbentuk seperti dodol. Selain di Riau, lempuk juga dapat dijumpai di daerah lain di Sumatera. Siapa sih yang tidak kenal dengan lempuk durian, "Makanan Khas Riau" ini berasal dari Kab. Bengkalis, bahkan lempuk sudai menjadi ikon Bengkalis, jika kita berkunjung ke Bengkalis kurang lengkapnya jikanya tidak membeli buah tangan Lempuk Durian.

3. Es Laksamanana Mengamuk

Es Laksamana Mengamuk merupakan minuman dingin yang menggunakan buah kuini sebagai bahan utama. Konon, keberadaan minuman ini berawal dari mengamuknya seorang laksamana di kebun kuini. Laksamana tersebut mengamuk lantaran istrinya dibawa lari oleh pemilik kebun kuini tersebut. Sang laksamana menebas-nebaskan pedangnya ke seluruh penjuru, hingga puluhan buah kuini hancur karena kemarahannya ini. Usai sang laksamana menuntaskan kemarahannya dan pulang, orang-orang di sekitar kebun kuini mengambil puluhan buah kuini yang sudah tercincang dan terhampar di rumput. Pada awalnya, orang-orang tersebut bingung, akan diapakan buah kuini yang telah terpotong-potong tersebut. Hingga salah seorang wantia, mencampurkan potongan-potongan buah kuini itu dengan air santan dan gula merah. Jadilah minuman segar, yang pada waktu itu, langsung dinikmati oleh orang sekampung.

4. Roti Jala

Roti jala terbuat dari kombinasi adonan tepung serta berbagai jenis kuah yang bisa dijadikan pilihan. Kuah yang sering digunakan adalah kuah kari dan kuah manis. Roti jala sering ditemui pada saat acara resepsi pernikahan, akikah serta pada saat bulan ramdahan dan hara raya idul fitri/adha.

5. Kue Bangkit

Diberi nama kue bangkit karena ukuran dari kue ini setelah matang dan dikeluarkan dari oven akan berukuran dua kali lipat dari ukuran adonan semula. Warna kue bangkit ini putih kekuningan dan kadang dipercantik dengan diberi noktah berwarna merah di atasnya. Tekstur kue bangkit yang sangat halus dan gampang remuk. Kue bangkit akan lumer di dalam mulut dan mempunyai rasa yang renyah ketika dikunyah. Rasanya yang manis ini menjadi daya tarik bagi anak-anak.

10. Tempat Wisata

Provinsi Riau pun menyajikan banyak tempat wisata menarik yang bisa anda kunjungi, salah satunya adalah Pacu Jalur.
                                                    http://halloriau.com/foto_berita/61pacu-jalur01.jpg
Pacu Jalur ini merupakan sebuah budaya kabupaten Sengingi yang paling terkenal di Riau. Pacu Jalur adalah salah satu event yang paling ditunggu-tunggu di daerah kota Riau. Pacu Jalur merupakan sebuah kayu panjang yang bentuknya seperti perahu yang diisi sekitar 40 sampai 60 orang. Pada setiap event ini digelar, seluruh warga kota Riau akan ikut bersenang-senang merayakannya. Pacu Jalur adalah salah satu keunikan yang dimiliki oleh Indonesia dan sudah banyak wisatawan yang tertarik dengan kesenian Pacu Jalur ini. Biasanya kesenian ini diselengarakan di kabupaten Sengingi dan berlangsung pada bulan Juli atau Agustus. Jika anda tertarik untuk melihat kegiatan Pacu Jalur ini datanglah ke Riau saat bulan Juli atau Agusts
                                                  http://4.bp.blogspot.com/-HklT0GczUX0/USCCPyTbimI/AAAAAAAAC-A/tV-c3SrPzh0/s1600/air_terjun_7_tingkat.jpg
Selain itu ada juga tempat wisata lain di Riau yang juga wajib anda kunjungi yaitu Air terjun Tujuh Tingkat. Air terjun Tujuh Tingkat ini berlokasi di kecamatan Kuantan, kabupaten Kuansing. Jika anda ingin menuju ke air terjun ini anda membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota. Air terjun ini sangat menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dan jika anda sedang berlibur ke Riau anda harus menyempatkan untuk datang atau berkunjung ke air terjun ini. Dijamin anda tidak akan menyesal jika anda datang k tempat air terjun yang ada di Riau ini. Air terjun ini juga menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dan masih sangat asri, udara di sekitar air terjun ini juga sangat sejuk.
                                                   
http://static.panoramio.com/photos/large/30617310.jpg
Ada juga tempat wisata di Riau yang recommended selain air terjun dan Pacu Jalur, yaitu Anjungan Seni Idrus Tintin. Tempat ini merupakan salah satu Wonder Building di Pekanbaru, Riau. Bangunan ini sangat khas dan identik dengan adat Melayu Riau. Untuk namanya itu sendiri diambil dari nama seniman yang sangat tersohor di Riau. Gedung ini sampai sekarang masih berdiri kokoh, gedung ini tingginya setara dengan gedung tiga lantai. Gedung ini juga pernah dipakai untuk menggelar acara Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 2008. Saat itu hampir seluruh artis di negeri ini hadir di gedung ini. Jadi jika anda ingin melihat megahnya gedung ini anda bisa mencoba untuk berlibur ke Riau
                                                   
http://www.pekanbaru.co/wp-content/uploads/2013/10/Sisi-pantai-Pulau-Jemur.jpg
Berikut ada lagi tempat wisata di Riau yang tak kalah menarik yaitu Pulau Jemur. Pulau ini terletak kurang lebih sekitar 45 mil dari ibukota kabupaten Rokan Hilir. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau yang terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil diantaranya pulau Tekong Emas, pulau Tekong Simbang, pulau Labuhan Bilik dan pulau-pulau kecil lainnya. Pulau ini sangat indah, lautan yang terhampar luas akan membelalakkan mata anda dan anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan sekitar pantai yang sangat cantik. Untuk berlibur ke sini anda tidak akan menyesal dan pasti akan sangat puas karena pemandangan di pulau ini sangat cantik sekali tentunya juga akan sangat seru.
                                                     
http://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2012/08/0523app.jpeg
Dan ada lagi satu tempat wisata di provinsi Riau yang perlu anda kunjungi ketika anda sedang berlibur di Riau. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). Taman ini memilki luas 144.223 hektar, dan taman ini berekosistem hutan hujan. Kawasan ini merupakan kawasan peralihan antara hutan rawa dengan hutan pegunungan. Ada beberapa jenis flora dan fauna di taman nasional ini. Anda juga bisa menjumpai beberapa hewan di taman ini seperti Harimau Sumatera, Tapir, Beruang Madu, Kancil, Siamang, Kuaw, Babi Hutan, Burung Rangkong dan masih banyak lagi.

            Diatas merupakan Beberapa kebudayaan serta kesenian yang berada di daerah Riau. Walaupun masih banyak yang belum sempat dijelaskan, tapi kita dapat melihat betapa banyaknya kebudayaan dan kesenian yang kita miliki. Penjelasan diatas hanya baru mengulas Riau belum semua bagian2 Indonesia lainnya.Seharusnya dengan banyaknya kebudayaan dan kesenian di Negara kita. Bukan hanya rasa kagum dan cinta saja yang diciptakan tapi Kita harus mampu menciptakan dan menjadi karakter bangsa yang mencerminkan kekayaan kebudayaan kita. Menjadi penerus bangsa yang dapat melestarikan keseniaan dan kebudayaan kita. Agar tidak terjajah oleh zaman. Walaupun buktinya sekarang kebudayaan kita telah terjajah oleh zaman dan mayoritas masyarkat kita lebih mampu menjadi karakter bangsa lain. Selagi kebudayaan kita belum terkubur semua oleh zaman, Marilah kita memulai belajar menjadi benih penerus bangsa yang dapat melestarikan dan menjaga kebudayaan serta kelestarian budaya kita !
J




No comments:

Post a Comment