1. Manusia
adalah Makhluk hidup atau insan yang di ciptakan Allah dengan diberinya
roh/jiwa yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia memiliki
akal dan budi pekerti serta kemampuan dalam mengembangkan pola pikir dan
emosinya, berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Contoh nya seperti, hewan.
Hewan memiliki akal akan tetapi sisi pandang dan cara berfikirnya berbeda
karena hewan tidak dapat mengendalikan pola pikir dan emosinya. lalu Tumbuhan,
Tumbuhan hanya memiliki ruang gerak atau lingkup yang sempit. Disisi ini Manusia
jelas sangat berbeda dengan makhluk lainnya. Mulai dari fisik sampai dengan tata
cara berfikirnya. Manusia secara luas dapat berbicara, terus berkembang dari
masa ke masa, belajar, berbicara, melahirkan suatu kebudayaan, menciptakan
suatu penemuan dan dapat tinggal serta bergerak dalam ruang lingkup yang sangat
luas. Manusia hidup memenuhi kebutuhannya dengan saling berinteraksi dan
membutuhkan satu sama lain yang membuat manusia membentuk sebuah kelompok, hal
ini adalah pendukung utama manusia dapat melahirkan kebudayaan dan menciptakan
sesuatu. Manusia dapat berbaur dengan segala kemajuan teknologi, penemuan-penemuan
baru, kebudayaan dan Agama, sedangkan hewan dan tumbuhan , mereka berbaur tanpa
memandang segala sisi yang dibutuhkan manusia. Maka dari itu manusia sangat
berbeda dengan makhluk lainnya
2. Kebudayaan
adalah Suatu pola yang djadikan prinsip kehidupan dengan didukung oleh terapan
atau aplikasi daya fikir, ide/gagasan serta kreatifitas dan inovasi manusia
dalam kelangsungan hidup yang diwariskan dari nenek moyang untuk
generasi-generasi mendatang. Kebudayaan sangat berikatan dengan manusia karena
kebudayaan lahir oleh interaksi sekelompok manusia yang terbentuk menjadi satu.
Kebudayaan disini dapat berupa adat istiadat, bangunan, Bahasa, Moral bangsa
dan kesenian. Jadi Kebudayaan dijadikan sebagai stuktur kehidupan yang menjadi
ciri khas masyarakat.
3.
Dapat
dikatakan Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang
mempunyai sifat toleransi yang tinggi, ramah tamah, selalu gotong royong,
saling menghargai dan santun. Akan tetapi dengan mengikuti gelombang
perkembangan zaman dan teknologi, Kepribadian bangsa timur melemah, karakter
yang begitu menjadi ciri khas bangsa Khususnya bangsa Indonesia menjadi
berkurang bahkan mulai menghilang dengan dibantu oleh corak kepribadian bangsa
lain (Barat). Indonesia memiliki keragaman akan
budaya, suku dan adat istiadat. Indonesia pun terkenal akan keramahan, gotong
royong dan santunnya. Tapi saat ini bangsa timur (khususnya Indonesia) lebih
terbuka atau lebih “welcome” dengan corak barat. Dengan adanya pengenalan
karakter barat yang tidak di filterisasi membuat karakter bangsa menurun. Dapat
kita lihat nilai nilai toleransi,gotong royong, ramah tamah, moral dan santun Indonesia mulai
menurun.
4. Mulai dari sifat toleransi yang
tinggi. Pada masa ini sifat toleransi yang tinggi sudah tak dikenal lagi oleh
bangsa kita sendiri, seperti hal kecilnya menumbuhkan rasa saling menghargai
dan menghormati orang lain. Dalam keseharian kita dipenuhi dengan berbagai
teman yang memiliki karakter dan pola pikir yang berbeda, sikap saling
menghargai akan perbedaan kini luntur. Banyak permasalahan pertemanan hanya
dikarenakan ketidak sukaan terhadap sifat teman. Padahal sangat dibutuhkan
pandangan bahwa kita manusia tidak dapat hidup sendiri. Sehingga kita harus
bersikap saling menghargai perbedaan dan mengerti agar terpupuknya rasa
toleransi yang tinggi. Masalah menghargai kebudayaan tradisional pun meluap
pada titiknya. Bersikap acuh pada kebudayaan tradisional, tetapi ketika
kebudayaan tradisional kita di akui oleh bangsa lain, kita marah. Jika kita
bangga dan menjunjung tinggi kebudayaan mungkin bangsa lain akan lebih malu
mengambil kebudayaan kita. Lalu permasalahan macet dalam kehidupan sehari hari,
jalan raya sudah seperti arena balap dimana manusia saling tidak mau mengalah
dan mementingkan kepentingan mereka masing masing yang akhirnya berujung pada
keributan kecil di jalan raya . Padahal jika mereka masih memiliki rasa
toleransi yang tinggi maka mereka akan lebih sabar dan mengerti dimana waktu mereka
mengalah. Bukan hanya sifat toleransi saja yang meluruh, sikap gotong royong
pun sama luruhnya. Dahulu nenek moyang kita mendahulukan sikap menolong sesama tanpa
pamrih tapi sekarang yang dapat kita lihat, menolong sesama dengan adanya
sesuatu yang diharapkan. Masa ini membantu atau dibantu harus menggunakan
bayaran. Rasa gotong royong pun hilang, jika dibayar namanya bukan lagi gotong
royong. Bangsa timur identik dengan penduduknya yang sebagian besar cara berpakaiannya
sopan dan tertutup. Masyarakat timur berpakaian sopan dn tertutup mungkin
karena mayoritas penduduknya adalam pemeluk agama Islam, namun diera sekarang
ini budaya barat merengkuh banyak bangsa timur yang meniru kebiasaan barat. Kebiasaan
memakai pakaian serba minim, Hal ini bertentangan dengan kebiasaan orang timur
yang membuat lunturnya karakter yang telah dinilai baik menjadi menurun. Memang
tidak dapat dikatakan bahwa budaya atau karakter bangsa lebih buruk dari bangsa
timur. Karena kesalahan tetap terletak pada masyarakat timur yang tidak dapat
memfilterisasi asupan asupan luar.
No comments:
Post a Comment