Allah
menciptakan sebuah kehidupan bukan tanpa alasan. Ia memiliki sejuta rahasia
dibalik sejuta keindahan pula. Manusia terlahir bukan untuk merasakan
penderitaan tapi manusia terlahir untuk merasakan keindahan yang Allah berikan.
Bagi manusia dunia kejam ataupun jahat. Dan hal tersebut yang membuat manusia
merasa diselimuti oleh penderitaan. Andai saja manusia lebih menyadari bahwa
dunia itu tidak kejam ataupun jahat, Dunia hanya terlalu indah bagi kita
didalamnya yang hanya terpukau dengan segala keindahan dan melupakan sebuah
liku dan sekitarnya.
Manusia dan Penderitaan
Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Dimana setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda. Hal yang sering ditemukan adalah, manusia merasa memiliki penderitaan, Apabila mereka memiliki masalah ataupun depresi karena tekanan hidup.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Karena sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu dengan manfaat. Penderitaan sering kali di anggap sebuah hal yang tidak di inginkan dan sebuah musibah. Padahal penderitaan merupakan sebuah ujian bagi umat manusia untuk ditinggikan derajatnya oleh Allah. Allah memberikan penderitaan berupa masalah dan musibah bukan untuk menyiksa umatnya dan bukan hanya memberi hikmah. Tapi Allah memberi sebuah penderitaan untuk menguji kesabaran umat-umatnya.
Pandangan mayoritas manusia lainnya menganggap bahwa manusia diberikan masalah ada yang berat dan ada yang ringan. Apabila kita telaah, sesungguhnya masalah berat dan ringan itu sama di mata Allah maupun kita. Allah memberikan takaran masalah yang seimbang bagi umatnya. Hanya saja waktu terkadang membuat masalah tersebut terpandang rumit. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan. Tidak ada penderitaan sama saja tidak hidup. Dan tidak hidup sama saja tidak menderita.
Siksaan
Manusia dan Penderitaan
Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Dimana setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda. Hal yang sering ditemukan adalah, manusia merasa memiliki penderitaan, Apabila mereka memiliki masalah ataupun depresi karena tekanan hidup.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Karena sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu dengan manfaat. Penderitaan sering kali di anggap sebuah hal yang tidak di inginkan dan sebuah musibah. Padahal penderitaan merupakan sebuah ujian bagi umat manusia untuk ditinggikan derajatnya oleh Allah. Allah memberikan penderitaan berupa masalah dan musibah bukan untuk menyiksa umatnya dan bukan hanya memberi hikmah. Tapi Allah memberi sebuah penderitaan untuk menguji kesabaran umat-umatnya.
Pandangan mayoritas manusia lainnya menganggap bahwa manusia diberikan masalah ada yang berat dan ada yang ringan. Apabila kita telaah, sesungguhnya masalah berat dan ringan itu sama di mata Allah maupun kita. Allah memberikan takaran masalah yang seimbang bagi umatnya. Hanya saja waktu terkadang membuat masalah tersebut terpandang rumit. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan. Tidak ada penderitaan sama saja tidak hidup. Dan tidak hidup sama saja tidak menderita.
Siksaan
Penderitaan biasanya di sebabkan oleh siksaan. Baik fisik ataupun
jiwanya.Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk
merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban.
Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis,
yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi,
balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu
untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan
dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan.
Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk
mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah.Arti
siksaan, siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat psikis, kebimbangan,
kesepian, ketakutan.
Siksaan Yang Sifatnya Psikis :
Kebimbangan.
memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih.
Kebimbangan.
memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih.
Kesepian.
merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
Ketakutan.
adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
Penyebab seseorang merasakan ketakutan, antara lain:
- Claustrophobia dan agrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.
- Gamang adalah rasa takut akan tempat yang tinggi.
- Kegelapan adalah rasa takut bila seseorang berada di tempat gelap.
- Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
- Kegagalan ketakutan dari seseotang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
Jadi
Penderitaan memiliki hubungan yang sangat erat dengan manusia, rasa sakit,
siksaan menuntut manusia auntuk bangkit nenjadi lebih baik namun ada yang tidak
kuat sehingga terjadi kekalutan Mental. Dalam menghadapi penderitaan setiap
orang pasti melakukan hal yang berbeda untuk menahan atau menyikapinya, ada
yang menyikapinya dengan tindakan positif dan negatif, misalkan yang positif ia
akan lebih berusaha agar tidak mendapatkan penderitaan yang ia sudah alami
bahkan bisa menjadikannya sebagai sebuah peluang dalam melakukang sebuah
inovasi baru, sedangkan yang negatif ia akan trauma dan membuat kondisi ia
menjadi labil karena terlalu berlebihan mengikapi penderitaannya dan bahkan
sampai ingin bunuh diri. Untuk itu kesehatan rohani setiap orang harus dijaga
agar terhindar dari kekalutan mental yang bisa merusak psikis kita.
Manusia dan Kegelisahan
Manusia dan Kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati
atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi
(menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak
tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau
takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan
bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut. Manusia suatu saat
dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan..Selama
hidupnya, manusia pasti pernah mengalami kegelisahan baik intensitasnya sering
ataupun jarang, apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang membutuhkan
tingkat kompetitifitas yang tinggi untuk hidup di dalamnya. kegelisahan sendiri
berasal dari kata gelisah yang
berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir,tidak senang tidak sabar,
cemas sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak
tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah
lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. sedangkan kita dapat mengetahui
tanda tanda bahwa seseorang mengalami ketegang adalah dari tingkah lakunya.
tingkah laku yang bagaimana? umumnya seorang yang sedang tegang melakukan hal-
hal yang tidak biasa dia lakukan seperti berjalan mondar-mandir, duduk
termenung sambil memegang kepalanya dan berbagai hal lain yang mungkin dapat
membingungkan orang yang melihatnya.
“Sigmon Freud”seorang ahli
psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia,
yaitu: kecemasan kenyataan, kcemasan neoritik dan kecemasan moril
A) kecemasan tentang kenyataan (
objektif )
kecemasan tentang kenyataan adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu wilayah tertentu. ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
kecemasan tentang kenyataan adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu wilayah tertentu. ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
B) Kecemasan Neoritis
kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idnya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. sebagai contohnya ayah dinar akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis dinarpun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. dinar membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana dinar sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan sebuah contoh dari kecemasan Noritis.
kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idnya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. sebagai contohnya ayah dinar akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis dinarpun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. dinar membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana dinar sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan sebuah contoh dari kecemasan Noritis.
C) kecemasan moril
kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.rasa kurang,cinta.
rasa iri, benci,dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain.
sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.
kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.rasa kurang,cinta.
rasa iri, benci,dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain.
sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.
PENYEBAB KEGELISAHAN
Apabila di kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain.
contohnya:
beberapa waktu belakangan ini kita sering mendengar isu bahwa jakarta akan diguncang gempa dengan daya rusak yang setara dengan bom hiroshima pada waktu tertentu. ketika mereka mendengar berita tersebut, mereka langsung panik dan melakukan persiapan untuk mengamankan barang-barang miliknya atau membuat tenda di depan rumah dan menjudge bahwa berita tersebut benar adanya. padahal kalau kita telaah secara mendalam, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui kapan dan dimana gempa itu akan terjadi. hal tersebut dapat terjadi karena mereka takut kehilangan beberapa haknya seperti hak untuk hidup, ak untuk mendapat perlindungan, dan lain lain
Apabila di kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain.
contohnya:
beberapa waktu belakangan ini kita sering mendengar isu bahwa jakarta akan diguncang gempa dengan daya rusak yang setara dengan bom hiroshima pada waktu tertentu. ketika mereka mendengar berita tersebut, mereka langsung panik dan melakukan persiapan untuk mengamankan barang-barang miliknya atau membuat tenda di depan rumah dan menjudge bahwa berita tersebut benar adanya. padahal kalau kita telaah secara mendalam, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui kapan dan dimana gempa itu akan terjadi. hal tersebut dapat terjadi karena mereka takut kehilangan beberapa haknya seperti hak untuk hidup, ak untuk mendapat perlindungan, dan lain lain
CARA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini perta am-tama harus dapat di mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada tuhan.
Manusia dan Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil“. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
Bagi manusia ketidakadilan adalah raja mereka. Karena manusia selalu merasa bahwa keadilan itu tidak ada. Mungkin Allah memang tidak memberikaan keadilan yang begitu nyata bagi kita. Tapi sesungguhnya keadilannya begitu nyata. Manusia yang mata hatinya terpejam maka mereka menganggap keadilan tidak ada. Tapi apabila manusia terbuka mata hatinya maka mereka akan menyongsong keadilan yang telah menanti mereka. Yang harus kita selalu ingat Kehidupan tidak selamanya berpacu pada satu tumpuan takdir .Tapi kehidupan berpacu pada seberapa besar tumpuan yang kita kokohkan. Yang harus manusia ketahui. Dunia tidak akan tetap dalam satu keadaan, tidak tetap pada posisinya, tidak tetap dalam satu urusan, bahkan selalu berubah. Keadaan selalu berotasi disekitar manusia. Tidaklah kesedihan itu abadi , begitupun juga kebahagiaaan tidak abadi .
Mengatasi kegelisahan ini perta am-tama harus dapat di mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada tuhan.
Manusia dan Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil“. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
Bagi manusia ketidakadilan adalah raja mereka. Karena manusia selalu merasa bahwa keadilan itu tidak ada. Mungkin Allah memang tidak memberikaan keadilan yang begitu nyata bagi kita. Tapi sesungguhnya keadilannya begitu nyata. Manusia yang mata hatinya terpejam maka mereka menganggap keadilan tidak ada. Tapi apabila manusia terbuka mata hatinya maka mereka akan menyongsong keadilan yang telah menanti mereka. Yang harus kita selalu ingat Kehidupan tidak selamanya berpacu pada satu tumpuan takdir .Tapi kehidupan berpacu pada seberapa besar tumpuan yang kita kokohkan. Yang harus manusia ketahui. Dunia tidak akan tetap dalam satu keadaan, tidak tetap pada posisinya, tidak tetap dalam satu urusan, bahkan selalu berubah. Keadaan selalu berotasi disekitar manusia. Tidaklah kesedihan itu abadi , begitupun juga kebahagiaaan tidak abadi .
Ketika Pencipta-Mu memberikan jalan
yang banyak bebatuan dan membuatmu jatuh, maka Bangunlah, kepalkan tangan,
teguhkan hati, dan yakinkan pada ucapan, bahwa kita mampu menjalaninya dengan
segala Kesabaran yang kamu milikki. Berlindunglah dengan sabar akan setiap
musibah yang menimpa. Karena musibah ibaratkan seorang tamu yang menemui Jika
kita menyambut kedatangannya, membantu memenuhi kebutuhannya dengan menyuguhkan
hidangan tanpa ada perkataan yang tidak baik, atau tidak ada kebencian yang
terselip dihati maka betapa indahnya sanjungan para Malaikat :)
No comments:
Post a Comment