Ini adalah mataharimu
Cahaya yang memelukmu pertama kali,
saat kau menyelesaikan perjuanganmu dalam tantangan
Allah pertama kali.
Saat kau akhirnya menjumpai takdir dengan sambutan
tangismu pertama kali.
Matahari menatap hangat menyambutmu.
Memberikan sorotan sinar yang menguatkanmu.
Membisikkan semangat ditelingamu. Hingga kini ia
tetap bersamamu.
Ia tidak pernah bertanya, sampai kapan.
Tidak pula mengeluh, lelah menyinari harimu.
Ia ikhlas teman. Tanpa pamrih.
Ia selalu bersemangat menyongsong pagi untukmu.
Tapi apakah kau pernah menatapnya? Kau pernah
mengucapkan terima kasih untuk 19 tahun ini?
Apa yang kau dapat darinya dengan waktu yang cukup
lama?
Sudahkah belajar darinya?
Hmm, Jika semua jawabannya adalah tidak.
Maka mulailah hari esokmu dengan menatapnya dan
mengucapkan terima kasih.
Kau akan tahu seberapa penting matahari ketika kau
menjadi matahari untuk orang lain.
Suatu saat nanti, pasti dan akan.
Saat ini Aku mendapatkan seberkas cahaya darimu
meskipun kau bukan matahari untukku. But thanks to light.
