Welcome in My Blog ;)

Welcome in My Blog :)


Sunday, October 11, 2015

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar (ISD) 1


Sumber ilmu pengetahuan adalah philosophia (filsafat). Ilmu filsafat terbagi menjadi tiga cabang ilmu pengetahuan yaitu:
a.        Natural sciences (ilmu-ilmu alamiyah), yang meliputi : fisika, kimia, astronomi, biologi, botani dan lain-lain.
b.      Social sciences (ilmu-ilmu sosial), sosiologi,ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, geografi dan lain-lain.
c.       Humanitas,(ilmu-ilmu budaya) meliputi: bahasa, agama, kesusastraan, kesenian, da lain-lain.

1.      Definisi ISD
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menelaah tentang masalah-masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat membantu mengatasi atau memecahkan masalah sosial tersebut serta dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan dalam mengkaji masalah manusia menggunakan berbagai pengertian (fakta, konsep dan teori) yang berasal dari berbagai macam bidang ilmu pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial, Misalnya seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi social, dan sebagainya.
Berbeda dengan ilmu sosial, dimana ilmu sosial adalah ilmu yang mencakup semua aspek didalam kehidupan mulai dari sifat seseorang atau individu, interaksi antar individu, antara individu dan kelompok, dan interaksi antara kelompok dan kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perbedaan itu terjadi pada pendekatan bidang studinya saja. Ilmu-ilmu sosial dasar bersumber pada konsep dasar ilmu-ilmu sosial yang terintegrasi. ISD dipergunakan mencari pemecahan masalah kemasyarakat melalui pendekatan interdisipliner maupun multidisipliner ilmu-ilmu sosial.
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia berikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan sehingga lebih peka terhadapnya.

2.      Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar/ Ilmu yang Terkait pada ISD
Ilmu sosial dasar mencakup masalah-masalah sosial yang timbul didalam sebuah masyarakat. Untuk menelaah masalah-masalah sosial tersebut hendaknya terlebih dahulu dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tersebut. Sehingga ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas tiga golongan besar yaitu :
     a. Kenyatan-kenyataan sosial yang ada didalam masyarakat yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
  1. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas pada ilmu sosial.
  2. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan satu sama lain.
Berdasarkan bahan kajian seperti yang disebut di atas, dapat dijabarkan lebih lanjut ke dalam pokok bahasan dan sub pokok bahasan untuk dapat di operasionalkan. Konsorsium antar bidang telah menetapkan bahwa perkuliah ISD terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan. Dari ke delapan pokok bahasan tsb maka ruang lingkup perkuliahan ISD diharapkan mempelajari dan memahami adanya:
· Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan pengemban masyarakat dan kebudayaan
·   Masalah Individu, keluarga dan masyarakat.
·   Masalah pemuda dan sosialisasi
·   Masalah hubungan antara Warga Negara dan Negara
·   Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
·   Masalah masyarakat perkotaan dan masalah pedesaan.
·   Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
·   Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan keserjahteraan masyarakat.
Dalam perkembangannya, ISD banyak berkonsentrasi pada urusan masalah sosial, menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. 3 kemampuan yang diharapkan mempelajari ISD:
a.          Memiliki kemampuan profesionalisme: nilai, dan sikap yang memungkinkannya berpartisipasi secara aktif dan cerdas dalam proses politik, memiliki kemampuan etos kerja dan disiplin kerja yang memungkinkannya aktif dan produktid berparisipasi dalam kegiatan ekonomi.
b.         Memiliki kemampuan akademis: sikap ilmiah untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kemampuan penelitian dan pengembangan.
c.          Memiliki kemampuan personal: kepribadian yang mantap, berkarakter, dan bermoral, serta berakhlak mulia.

3.      Manfaat ISD bagi individu dan masyarakat
Tujuan umum di adakannya mata kuliah ilmu sosial dasar adalah untuk pembentukan dan pengembangan kepribadian serta meningkatkan wawasan mahasiswa menjadi lebih luas, sehingga manfaat dari mempelajari ilmu sosial dasar adalah agar mahasiswa jadi lebih menyadari dan memahami adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial di dalam masyarakat, menjadi lebih peka terhadap masalah-masalah sosial yang ada di lingkungannya dan tanggap untuk ikut serta atau membantu dalam usaha-usaha menanggulanginya, jadi lebih menyadari bahwa setiap masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mempelajarinya, membantu masyarakat mengenal satu sama lain, saling berinteraksi, lebih memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain, membantu perkembangan wawasan penalaran kepribadian mahasiswa. Mata kuliah ini bukanlah suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner (membuat seorang atau beberapa mahasiswa menjadi mahasiswa yang berdisiplin dan berpikir dewasa).

Referensi: