MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
“Masalah
Sosial – Pengaruh Gadget terhadap
Perkembangan Anak”
Dosen
Pembimbing: Prasetyo Bonifasius, Sikom
Disusun oleh:
Meiwa Febriyanti - 36414560
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan ke hadirat
Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan keluasan waktu dan kesehatan kepada
penulis untuk dapat menyelesaikan tugas mata kuliah “Ilmu Sosial Dasar” yang diampuh oleh Bapak Prasetyo Bonifasius, Sikom. Tema penugasan yang diberikan
adalah “Masalah Sosial”
Melalui penugasan ini diharapkan
agar mahasiswa/i dapat memahami lebih dalam tentang berbagai macam masalah
sosial yang ada dilingkungan kita, yang pada nantinya dapat diimplementasikan dalam pembelajaran. Selain itu manfaat yang
dapat dirasakan adalah meningkatnya kompetensi pembelajaran mahasiswa .
Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan serta jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab itu,
penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar kedepannya bisa menjadi lebih baik
lagi. Semoga dengan
terselesaikannya makalah ini dapat
memberikan manfaat serta memberikan wawasan yang lebih luas kepada para
pembaca.
Bekasi, Januari 2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang.......................................................................................................I-1
1.2
Perumusan Masalah...............................................................................................I-2
1.3 Pembatasan
Masalah..............................................................................................I-2
1.3 Tujuan Penulisan...................................................................................................I-2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Studi
Kasus.........................................................................................................
II-1
2.2 Faktor
Pendukung................................................................................................II-3
2.3 Alasan
Larangan Penggunaan Gadget Dibawah
Umur.......................................II-4
2.4 Cara
Mengatasi Dampak Negatif Pengaruh Gadget terhadap Prestasi Anak......II-5
BAB III PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan.........................................................................................................III-1
3.2
Saran....................................................................................................................III-1
DAFTAR PUSTAKA
..............................................................................................................iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tindak tanduk perilaku
masyarakat dalam lingkungan mempengaruhi apa yang akan dibentuknya dalam
lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral dibutuhkan oleh setiap
individu untuk berinteraksi dalam masyarakat.
Hasil dari interaksi masyarakat dalam lingkungan adalah terbentuknya
suatu kebudayaan atau kebiasaan yang dijadikan standar dalam menghadapi atau
menyikapi suatu kejadian, maka dari itu dibutuhkannya Ilmu Sosial Dasar. Ilmu
sosial dasar merupakan salah satu ilmu sosial yang dipelajari untuk mengatasi
atau memecahkan masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Pada
dasarnya, ilmu sosial dasar bertujuan untuk memberikan gagasan dalam mengatasi
masalah sosial. Sering kali kita menjumpai masalah-masalah sosial dalam ruang
lingkup kita.
Masalah sosial merupakan
sebuah gejala atau fenomena yang muncul dalam realitas kehidupan bermasyarakat.
Fenomena sosial ini sering diartikan sebagai sesuatu ketidaksesuaian antara
unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang cukup signifikan, dimana mereka sepakat
dibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut. Masalah diatas
merupakan masalah yang terjadi hampir ditiap daerah penjuru dunia. Pembeda
masalah sosial dan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial selalu ada
kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta
ada kaitannya dengan hubungan-hubungan manusia itu terwujud. Adanya perbedaan,
dalam tingkat perkembangan kebudayaan, sifat kependudukannya dan keadaan
lingkungan alamnya merupakan hal utama yang memacu masalah sosial terjadi.
Seiring berkembangnya zaman maka semakin berkembang pula masalah sosial yang
terjadi. Sering kita jumpai masalah sosial dalam kehidupan kita, namun hanya
sedikit yang perduli. Masalah sosial yang kecil bukan berarti dapat disepelehkan,
justru semakin esok masalah kecil ini akan berkembang. Maka dari itu penulis
akan membahas makalah tentang “Masalah Sosial”, dimana terdapat berbagai macam
contoh kecil masalah sosial yang sering diacuhkan oleh masyarakat bahkan
berujung pada dampak yang besar.
1.2 Perumusan Masalah
Adapun hal yang akan dibahas
mengenai masalah sosial pada makalah ini adalah salah satu jenis masalah
sosial, apa saja faktor pendukung terjadinya masalah sosial tersebut, alasan
larangan pada masalah sosial dan bagaimana upaya mengatasi masalah sosial
tersebut
1.3 Pembatasan Masalah
Pembahasan makalah harus
memiliki batasan, agar segala sesuatu yang dikerjakan mempunyai target sehingga
dapat diselesaikan. Permasalahan tersebut dibatasi bersarkan aspek-aspek yang
ditentukan, sehingga lebih mudah untuk diselesaikan, berikut pembatasan
masalah:
1. Pembuatan
makalah ini hanya bersumber dari penelitian kehidupan sehari-hari.
2. Pembuatan
makalah ini hanya didukung dari hasil peneiltian, internet maupun jurnal.
3. Makalah
ini hanya berisi tentang masalah-masalah sosial.
1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan adalah suatu hal
yang ingin dicapai penulis. Tujuan penulisan
pada makalah ini adalah mengenal lebih dalam salah satu jenis masalah sosial,
mengetahui faktor pendukung terjadinya masalah sosial, mengetahui alasan
larangan pada masalah sosial, mengetahui upaya mengatasi masalah sosial dan
menuntut kepekaan pada masyarakat terhadap masalah sosial tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
Tidak dapat
dipungkiri lagi bahwa sekarang teknologi telah berkembang kian pesatnya.
Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia. Berbagai macam jenis
teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di zaman yang modern
ini. Salah satu contoh teknologi yang sangat popular adalah gadget. Setiap
orang menggunakan gadget dengan teknologi yang modern seperti televisi, telepon
genggam, laptop, komputer tablet, smart phone, dan lain-lain. Gadget ini dapat
ditemui dimanapun, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Anak-anak kini
telah menjadi konsumen aktif dimana banyak produk-produk elektronik dan gadget
yang menjadikan anak-anak sebagai target pasar mereka. “Apalagi jangankan
anak-anak, orang tua pun ada yang sangat menyukai gadget sampai disebut gadget
freak.” (Muzakki, 2013)
2.1 Studi Kasus
“Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa
Inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam
fungsi khusus.” (Osland,2013). “istilah gadget sebagai benda dengan
karakteristik unik, memiliki sebuah unit dengan kinerja yang tinggi dan
berhubungan dengan ukuran serta biaya” (Rayner, 1956)
Salah satu hal yang membedakan
gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya,
dari hari ke hari gadget selalu
muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi
lebih praktis. Teknologi praktis tersebut tak lepas dari baik dan buruknya
dampak yang timbulkannya. Gadget merupakan salah satu masalah sosial. Mengapa?
Karena secara tidak langsung gadget menimbulkan dampak yang berpengaruh pada
perilaku sosial serta membuat sebuah budaya atas pandangan setiap individu.
Seperti yang diketahui, saat ini
perkembangan gadget di Indonesia pertumbuhannya cukup pesat. Bahkan peminat
gadget di Indonesia semakin bertambah dan hampir semua kalangan
masyarakat gemar menggunakan gadget. Para pengkonsusi gadget bukanlah
berasal dari kalangan remaja maupun orang tua lagi, namun sudah merambat pada
anak-anak baik balita maupun tingkat SD, seperti gambar dibawah ini.
Gambar diatas adalah, seorang anak berumur 3 tahun dapat disebut juga
balita, ia sedang menikmati fasilitas gadget. Kebiasaan atau pola hidup balita
terebut sudah bergantungan pada gadget. Ia dapat tidur hingga tengah malam
hanya untuk menikmati fasilitas gadget yang sudah biasa ia tekuni. Bertemu
dengan hari esok pun ia tak lepas dari gadget. Disadari atau tidak kebiasaan lingkungan terhadap anak
usia dini akan membentuk perkembangan anak. Seiring berkembangnya teknologi,
banyak sekali yang berpengaruh pada anak seperti penggunaan gadget di atas.
Gadget sangat mudah sekali menarik perhatian dan minat anak serta sudah menjadi
hal yang biasa jika anak-anak saja sudah memakai gadget dalam kehidupan
sehari-hari. Secara psikologis, masa balita atau kanak-kanak adalah masa
keemasan dimana anak-anak belajar mengetahui apa yang belum diketahuinya serta
sedang dalam masa mengikuti. Mereka dapat menerapkan atau mengikuti apa yang
mereka lihat, maka dari itu perilaku anak pun tergantung apa yang disaring dari
segala informasinya dalam penggunaan gadget. Jika masa kanak-kanak sudah
tercandu dan terkena dampak negatif oleh gadget, maka perkembangan anakpun akan
terhambat khususnya pada segi prestasi.
Gadget membawa pengaruh besar
terhadap sikap dan perilaku yang biasanya ditanamkan
sejak kecil.
Dulu orang-orang ketika mereka masih kecil mereka bahagia akan permainan
tradisional dan permainan peran yang dilakoninya. Mereka belajar bertemu banyak
orang dan belajar bersosialisasi dengan teman-temannya. Taman dan lapangan pun
tak pernah kosong, selalu diisi dengan anak-anak yang bermain, bercanda tawa.
Hal ini yang memicu anak-anak berkembang. Menanamkan sikap keterbukaan serta
dinamis. Namun zaman sekarang anak-anak/balita lebih memilih untuk memainkan
gadget mereka dari pada keluar rumah yang hanya sekedar bertemu. Entah ketika
beranjak dewasa, mereka akan kesulitan untuk bersosialisasi secara langsung.
Ketika anak-anak sudah berdampak negatif dalam berperilaku, siapa yang harus
disalahkan dalam masalah tersebut? Hmm, Untuk itu peran orang tua
sangat penting dalam perkembangan teknologi yang sangat maju di zaman sekarang
ini.
2.2 Faktor pendukung
Faktor yang mendukung masalah sosial
tentang pengaruh gadget terhadap perkembangan anak dan perilaku sosial, tak
lain adalah faktor gadget semakin canggih dan ketergantungan.
a. Gadget
semakin canggih
Gadget semkakin canggih, ini juga merupakan salah satu faktor bisnis. “Semakin
banyak produk yang ada di pasaran, maka semakin tinggi pula tingkat konsumtif
pelaku pasar”. Beberapa perusahaan gadget kini tengah berlomba-lomba
untuk mengembangkan produk dengan keunggulan masing-masing. jadi bisa
dipastikan beberapa tahun ke depan, teknologi gadget semakin trend.
Semakin banyaknya teknologi yang bersaing menyebabkan harga dari gadget
semakin terjangkau. Beberapa tahun yang lalu gadget hanya banyak di pakai oleh
para pembisnis dari kalangan menangah ke atas. Alasan mereka menggunakan gadget
adalah untuk memudahkan bisnis mereka. Namun pada zaman sekarang, gadget tidak
hanya dipakai oleh para pembisnis saja, banyak para remaja bahkan anak-anak pun
telah banyak menggunakan gadget. Alasan para remaja menggunakan gadget karena memiliki
berbagi fungsi selain untuk berkomunikasi juga untuk berbagi, menghibur dengan
audio, video, gambar, game, dan lain-lain.
Yang dulunya gadget adalah sesuatu yang elit, akan tetapi sekarang sudah
tidak lagi. Dilihat dari kenyataan sekarang, sudah menjadi hal yang biasa bahwa
anak-anak SD saja memiliki gadget berupa smart phone taupun Hand phone sebagai
bahan mainan mereka. Sekarang tidak hanya kalangan atas saja yang dapat
memiliki gadget dan smartphone. Namun kalangan menengah juga sudah dapat memilikinya
karena semakin bersaing nya di pasaran untuk membuat harga gadget semakin
ekonomis. Karena itu banyak produk-produk baru yang menawarkan gadget dengan
harga yang cukup murah. Karena itu lah
sekarang orang dengan mudah untuk memilki sebuah gadget. Tak heran juga
permainan yang dimainkan anak zaman sekarang berbeda dengan dulunya.
b. Ketergantungan
“Secara tidak sadar, saat ini anak-anak sudah mengalami ketergantungan
menggunakan gadget. Ketergantungan inilah yang menjadi salah satu dampak
negatif yang sangat berpengaruh.” (Eko prasetyo, 2013) Contohnya saja handphone. Sehari saja
tidak mnggunakan handphone pasti ada rasa yang mengganjal.
2.3 Alasan larangan penggunaan gadget anak dibawah
umur
Dokter anak asal Amerika Serikat, Cris
Rowan, dalam tulisannya di Huffington Post, mengatakan perlu ada
larangan penggunaan gadget pada usia anak di bawah 12 tahun. Sudah banyak
penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada anak. Berikut 10 alasan
larangan bermain gadget pada anak :
a.
Pertumbuhan otak yang terlalu cepat
Pada usia 0-2 tahun, pertumbuhan otak anak memasuki
masa perkembangan hingga 21 tahun. Perkembangan otak awal ditentukan oleh
rangsangan lingkungan. Stimulasi yang berasal dari gadget akan berhubungan
dengan fungsi eksekutif dan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan
dalam belajarm peningkatan impulsif dan menurunkan kemampuan dalam
mengendalikan diri.
b.
Hambatan perkembangan
Penggunaan gadget akan membatasi gerak anak, yang
mengakibatkan perkembangan terhambat. Satu dari tiga anak sekolah yang
menggunakan gadget memiliki hambatan pada perkembangan, dan berdampak buruk
pada prestasi akademik. Penggunaan gadget di bawah usia 12 tahun akan menghambat
perkembangan anak.
c.
Obesitas
Gadget berkorelasi dengan risiko obesitas. Saat
menggunakan gadget, anak cenderung kurang bergerak. Anak yang diperbolehkan
bermain gadget di kamar tidur mereka 30 persen mengalami risiko obesitas.
Obesitas berpotensi diabetes, stroke, dan serangan jantung. Sehingga dapat
memperpendek usia. Anak-anak yang lahir pada abad 21, kemungkinan tidak akan
hidup lebih lama daripada orangtua mereka.
d.
Gangguan tidur
Kebanyakan orangtua tidak mengawasi anaknya saat
bermain gadget. Sebanyak 75 persen anak yang bermain gadget di kamar tidur
mengalami masalah pada tidurnya. Sehingga berdampak pada prestasi belajar
mereka.
e.
Penyakit mental
Penggunaan gadget berlebihan menjadi penyebab
meningkatnya laju depresi pada anak, kecemasan, gangguan perhatian, autisme,
gangguan bipolar, psikotis dan gangguan perilaku pada anak.
f.
Agresif
Konten kekerasan dapat menyebabkan agresif pada anak.
Seperti pada game Grand Theft Auto V, yang menggambarkan seks, pembunuhan,
pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi. Dan banyak lagi di dalam film dan acara
TV.
g.
Pikun digital
Konten media berkecepatan tinggi berkontribusi
terhadap meningkatnya risiko defisit perhatian, serta penurunan konsentrasi dan
ingatan, karena pemangkasan otak yang berperan dalam melakukan hal itu.
h.
Kecanduan
Kurangnya perhatian orangtua, anak-anak cenderung
lebih dekat dengan gadget. Dengan tidak adanya keterikatan orangtua, anak-anak
melampiaskannya ke gadget. Sehingga menyebabkan kecanduan.
i.
Radiasi
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan ponsel
sebagai risiko kategori 2B, karena emisi radiasi yang dihasilkan. Anak-anak
lebih sensitif terhadap berbagai radiasi dibandingkan orang dewasa, karena
sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.
j.
Tidak berkelanjutan
Edukasi yang berasal dari gadget tidak akan lama
bertahan dan berkelanjutan dalam ingatan anak-anak. Anal-anak adalah masa depan
kita, tetapi tidak ada masa depan bagi anak-anak yang terlalu sering
menggunakan gadget. Dengan demikian, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak
akan berkelanjutan bagi anak-anak.
2.4 Cara mengatasi dampak negatif dari pengaruh Gadget terhadap Prestasi Anak
Sosok yang
paling berpengaruh dalam mencegah maupun mengatasi dampak negatif dari gadget
adalah orang tua. Maka orang tua memiliki peran besar dalam membimbing dan
mencegah agar teknologi gadget tidak berdampak negatif bagi anak.
Jovita Maria
Ferliana, M.Psi. (2013) menjelaskan cara-cara yang harus dilakukan oleh
orang tua ialah sebagai berikut :
a.
Pilih sesuai
usia
Dilihat dari tahapan perkembangan dan usia anak, pengenalan dan penggunaan
gadget bisa dibagi ke beberapa tahap usia. Untuk anak usia di bawah 5 tahun,
Pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara.
Artinya, jangan terlalu banyak memberikan kesempatan bermain gadget pada anak
di bawah 5 tahun. Terlebih di usia ini, yang utama bukan gadget -nya,
tapi fungsi orangtua. Pasalnya gadget hanya sebagai salah satu sarana untuk
mengedukasi anak.
Ditinjau dari sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun
masih dalam taraf perkembangan. Perkembangan otak anak akan lebih optimal jika
anak diberi rangsangan sensorik secara langsung. Misalnya, meraba benda,
mendengar suara, berinteraksi dengan orang, dan sebagainya. Jika anak usia di
bawah 5 tahun menggunakan gadget secara berkelanjutan, apalagi
tidak didampingi orangtua, akibatnya anak hanya fokus ke gadget dan kurang
berinteraksi dengan dunia luar.
Yang berikutnya, otak bagian depan adalah bagian yang berfungsi memberi
perintah dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Di bagian otak belakang, ada
yang namanya penggerak. Di bagian ini, terdapat hormon endorfin yang mengatur
pusat kesenangan dan kenyamanan. Pada saat bermain gadget, anak akan merasakan
kesenangan, sehingga memicu meningkatnya hormon endorfin. kecanduan berhubungan
dengan ini jika dilakukan dalam jangka waktu lama dan kontinyu .
Akibatnya, ke depannya, anak akan mencari kesenangan dengan jalan bermain
gadget, karena memang sudah terpola sejak awal perkembangannya.
Dari aspek interaksi sosial, perkembangan anak-anak usia di bawah 5 tahun
sebaiknya memang lebih ke arah sensor-motorik. Yaitu, anak harus bebas
bergerak, berlari, meraih sesuatu, merasakan kasar-halus. Memang di gadget juga
ada pengenalan warna atau games di mana orang melompat. Namun, kemampuan
anak untuk berinteraksi secara langsung dengan objek nyata di dunia luar tidak
diperoleh anak.
b.
Batasi waktu
Anak usia di bawah 5 tahun, boleh-boleh saja diberi gadget. Tapi harus
diperhatikan durasi pemakaiannya. Misalnya, boleh bermain tapi hanya setengah
jam dan hanya pada saat senggang. Contohnya, kenalkan gadget seminggu
sekali, misalnya hari Sabtu atau Minggu. Lewat dari itu, ia harus tetap
berinteraksi dengan orang lain. Aplikasi yang boleh dibuka pun sebaiknya
aplikasi yang lebih ke fitur pengenalan warna, bentuk, dan suara.
Sejalan pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orangtua bisa
memberi kebebasan yang lebih, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk
fungsi jaringan sosial mereka. Di atas usia 5 tahun (mulai 6 tahun sampai usia
10 tahun) orangtua bisa memperbanyak waktu anak bergaul dengan gadget.
Di usia ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan. Jadi, kalau
tadinya cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan supervisi dari
orangtua, kini setiap Sabtu dan Minggu selama dua jam. Boleh main games
atau browsing mencari informasi. Intinya, kalau orang tua sudah
menerapkan kedisiplinan sedari awal, maka di usia pra remaja, anak akan bisa
menggunakan gadget secara bertanggungjawab dan tidak kecanduan gadget.
c.
Hindarkan
kecanduan
Kasus kecanduan atau penyalahgunaan gadget biasanya terjadi karena orangtua
tidak mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil. Maka sampai remaja pun ia
akan melakukan cara pembelajaran yang sama. Akan susah mengubah karena
kebiasaan ini sudah terbentuk. Ini sebabnya, orang tua harus ketat menerapkan
aturan ke anak, tanpa harus bersikap otoriter. Dan jangan lupa, orangtua harus
menerapkan reward and punishment. Kalau ini berhasil dijalankan, maka anak akan
bisa melakukannya secara bertanggungjawab dan terhindar dari kecanduan. Ciri-ciri
anak yang sudah kecanduan antara lain:
·
Anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk
bermain dengan gadget.
·
Anak mengabaikan/mengesampingkan kebutuhan lain hanya
untuk bermian gadget. Misalnya lupa makan, lupa mandi.
·
Anak mengabaikan teguran-teguran dari orang sekitar
d.
Beradaptasi
dengan zaman
Salah satu dampak positif gadget adalah akan membantu perkembangan fungsi
adaptif seorang anak. Artinya kemampuan seseorang untuk bisa menyesuaikan diri
dengan keadaan lingkungan sekitar dan perkembangan zaman. Jika perkembangan
zaman sekarang muncul gadget, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya.
Artinya fungsi adaptif anak berkembang. seorang anak harus tahu fungsi
gadget dan harus bisa menggunakannya karena salah satu fungsi adaptif manusia
zaman sekarang adalah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebaliknya,
anak yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi bisa dikatakan
fungsi adaptifnya tidak berkembang secara normal.
Namun, fungsi adaptif juga harus menyesuaikan dengan budaya dan tempat
seseorang tinggal. Kalau anak tinggal di sebuah desa dimana gadget adalah
barang langka, maka wajar kalau anak tidak tahu dan tidak kenal yang namanya
gadget.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Teknologi
adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sedangkan gadget adalah sebuah istilah yang berasal
dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki
fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat
elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget
selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia
menjadi lebih praktis.
Dari pembahasan diatas, teknologi
jelas mempengaruhi perkembangan anak. Dengan terlalu membebaskan anak dibawah umur menggunakan teknologi yang
terlalu canggih seperti gadget maka itu dapat mengubah perilaku seorang anak,
untuk itu peran orang tua sangat penting. Namun perangkat ini dapat berdampak
baikapabila pemanfaatnya diimbangi dengan interaksi dengan lingkungan
sekitarnya.
3.2 Saran
Secara tidak sadar, saat ini manusia
sudah mengalami ketergantungan menggunakan gadget. Ketergantungan inilah
yang menjadi salah satu dampak negatif kehadiran gadget. Contohnya saja handphone.
Sehari saja tidak mnggunakan handphone pasti ada rasa yang mengganjal.
Orang
tua harus tegas atau tidak boleh memanjakan anaknya yang umurnya dibawah 5
tahun untuk menggunakan gadget. Karena lebih banyak dampak negatif yang timbul
apabila seorang anak di bawah umur telah diberikan gadget. Salah satu dampak
negatif yang terjadi ialah dapat membuat anak menjadi malas, mengganggu
kesehatannya dan juga dapat menyalah gunakan fungsi gadget.
Maka
sebaiknya orang tua perlu memikirkan apa yang boleh diberikan oleh anak-anaknya
yang masih berumur dibawah 5 tahun. Apabila ingin memberikan nya juga haruslah
selalu tetap mengontrol penggunaan gadget nya jangan terlalu berikan kebebasan
yang berlebihan. Dan juga melarangnya untuk membawa gadget ke sekolah, karena
bisa menghambat proses pembelajarannya di sekolah.
DAFTAR PUSAKA
http://fuadefendi3.blogspot.co.id/2014/01/pengaruh-gadget-terhadap-perkembangan.html
Hartati, Sofia. 2007.
How To Be a Good Teacher and To Be a Good
Mother. Jakarta : Enno media.
Hastuti. 2012. Psikolog Perkembangan Anak. Yogyakarta: Tugu Publisher.
Novaria a.i dan
Triton p.b. 2008. Cara pintar mendampingi
anak. Yogyakarta: tugu publisher.
Anonymouse.(2013).”Anak dan Gadget: Yang Penting Aturan Main.”[Online].http://www.tabloid-nakita.com/read/1/anak-dan-gadget-yang-penting-aturan-main.
[5 Desember 2013]
Metta. (2013).”Kapan waktu tepat memeperkenalkan gadget pada
anak”[Online].http://bidanku.com/kapan-waktu-tepat-memperkenalkan-gadget-pada-anak.
[5 Desember 2013]
Muzakky,
akhmad.(2013).”Pengaruh penggunaan Gadget
yang berlebihan terhadap perkembangan anak”[Online]. http://blog.ub.ac.id/akhmadmuzakky/2013/03/14/pengaruh-penggunaan-gadget-yang-berlebihan-terhadap-perkembangan-anak.
[5 Desember 2013]
Prasetyo,Eko.(2013).”Gadget”.[Online].http://epzna.blogspot.com/2013/08/gadget.html, [10 Desember 2013]
Cvano,Osland.(2013).”Pengertian_Gadget”.[Online].http://mencobacariduit.blogpot.com/2013/09/pengertian-gadget.html
/ 2013/ ,[17 agustus 2013]
Anonymouse.(2013).”Seputar_Gadget”.[Online].http://pakarparenting.com/seputar-gadget/. [17 Desember 2013]
No comments:
Post a Comment