Welcome in My Blog ;)

Welcome in My Blog :)


Tuesday, January 12, 2016

Makalah Ilmu Sosial Dasar - Pengaruh Gadget terhadap Perkembangan Anak



MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR

“Masalah Sosial – Pengaruh Gadget terhadap Perkembangan Anak”
Dosen Pembimbing: Prasetyo Bonifasius, Sikom

   
                              
 Disusun oleh:
           Meiwa Febriyanti - 36414560


            JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015

 

KATA PENGANTAR



Puji syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan keluasan waktu dan kesehatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan tugas mata kuliah “Ilmu Sosial Dasar yang diampuh oleh Bapak Prasetyo Bonifasius, Sikom. Tema penugasan yang diberikan adalah “Masalah Sosial”
Melalui penugasan ini diharapkan agar mahasiswa/i dapat memahami lebih dalam tentang berbagai macam masalah sosial yang ada dilingkungan kita, yang pada nantinya dapat diimplementasikan dalam pembelajaran. Selain itu manfaat yang dapat dirasakan adalah meningkatnya kompetensi pembelajaran mahasiswa .
Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi. Semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat memberikan manfaat serta memberikan wawasan yang lebih luas kepada para pembaca.



                                                                                                Bekasi,       Januari 2016        


                                                                                                         Penyusun           


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR...............................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
BAB I    PENDAHULUAN  
            1.1 Latar Belakang.......................................................................................................I-1
            1.2 Perumusan Masalah...............................................................................................I-2
            1.3 Pembatasan Masalah..............................................................................................I-2
            1.3 Tujuan Penulisan...................................................................................................I-2
BAB II   PEMBAHASAN
2.1  Studi Kasus......................................................................................................... II-1
2.2  Faktor Pendukung................................................................................................II-3
2.3  Alasan Larangan Penggunaan Gadget Dibawah Umur.......................................II-4
2.4  Cara Mengatasi Dampak Negatif Pengaruh Gadget terhadap Prestasi Anak......II-5
BAB III PENUTUPAN
            3.1 Kesimpulan.........................................................................................................III-1
3.2 Saran....................................................................................................................III-1
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................................iv



BAB I
PENDAHULUAN
           

1.1  Latar Belakang
Tindak tanduk perilaku masyarakat dalam lingkungan mempengaruhi apa yang akan dibentuknya dalam lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral dibutuhkan oleh setiap individu untuk berinteraksi dalam masyarakat.  Hasil dari interaksi masyarakat dalam lingkungan adalah terbentuknya suatu kebudayaan atau kebiasaan yang dijadikan standar dalam menghadapi atau menyikapi suatu kejadian, maka dari itu dibutuhkannya Ilmu Sosial Dasar. Ilmu sosial dasar merupakan salah satu ilmu sosial yang dipelajari untuk mengatasi atau memecahkan masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Pada dasarnya, ilmu sosial dasar bertujuan untuk memberikan gagasan dalam mengatasi masalah sosial. Sering kali kita menjumpai masalah-masalah sosial dalam ruang lingkup kita.
Masalah sosial merupakan sebuah gejala atau fenomena yang muncul dalam realitas kehidupan bermasyarakat. Fenomena sosial ini sering diartikan sebagai sesuatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang cukup signifikan, dimana mereka sepakat dibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut. Masalah diatas merupakan masalah yang terjadi hampir ditiap daerah penjuru dunia. Pembeda masalah sosial dan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta ada kaitannya dengan hubungan-hubungan manusia itu terwujud. Adanya perbedaan, dalam tingkat perkembangan kebudayaan, sifat kependudukannya dan keadaan lingkungan alamnya merupakan hal utama yang memacu masalah sosial terjadi. Seiring berkembangnya zaman maka semakin berkembang pula masalah sosial yang terjadi. Sering kita jumpai masalah sosial dalam kehidupan kita, namun hanya sedikit yang perduli. Masalah sosial yang kecil bukan berarti dapat disepelehkan, justru semakin esok masalah kecil ini akan berkembang. Maka dari itu penulis akan membahas makalah tentang “Masalah Sosial”, dimana terdapat berbagai macam contoh kecil masalah sosial yang sering diacuhkan oleh masyarakat bahkan berujung pada dampak yang besar.

1.2  Perumusan Masalah
Adapun hal yang akan dibahas mengenai masalah sosial pada makalah ini adalah salah satu jenis masalah sosial, apa saja faktor pendukung terjadinya masalah sosial tersebut, alasan larangan pada masalah sosial dan bagaimana upaya mengatasi masalah sosial tersebut

1.3  Pembatasan Masalah
Pembahasan makalah harus memiliki batasan, agar segala sesuatu yang dikerjakan mempunyai target sehingga dapat diselesaikan. Permasalahan tersebut dibatasi bersarkan aspek-aspek yang ditentukan, sehingga lebih mudah untuk diselesaikan, berikut pembatasan masalah:
1.      Pembuatan makalah ini hanya bersumber dari penelitian kehidupan sehari-hari.
2.      Pembuatan makalah ini hanya didukung dari hasil peneiltian, internet maupun jurnal.
3.      Makalah ini hanya berisi tentang masalah-masalah sosial.

1.4  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan adalah suatu hal yang ingin dicapai penulis. Tujuan penulisan  pada makalah ini adalah mengenal lebih dalam salah satu jenis masalah sosial, mengetahui faktor pendukung terjadinya masalah sosial, mengetahui alasan larangan pada masalah sosial, mengetahui upaya mengatasi masalah sosial dan menuntut kepekaan pada masyarakat terhadap masalah sosial tersebut.




BAB II
PEMBAHASAN


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sekarang teknologi telah berkembang kian pesatnya. Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia. Berbagai macam jenis teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di zaman yang modern ini. Salah satu contoh teknologi yang sangat popular adalah gadget. Setiap orang menggunakan gadget dengan teknologi yang modern seperti televisi, telepon genggam, laptop, komputer tablet, smart phone, dan lain-lain. Gadget ini dapat ditemui dimanapun, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Anak-anak kini telah menjadi konsumen aktif dimana banyak produk-produk elektronik dan gadget yang menjadikan anak-anak sebagai target pasar mereka. “Apalagi jangankan anak-anak, orang tua pun ada yang sangat menyukai gadget sampai disebut gadget freak.” (Muzakki, 2013)

2.1    Studi Kasus
  “Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus.” (Osland,2013). “istilah gadget sebagai benda dengan karakteristik unik, memiliki sebuah unit dengan kinerja yang tinggi dan berhubungan dengan ukuran serta biaya” (Rayner, 1956)
Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Teknologi praktis tersebut tak lepas dari baik dan buruknya dampak yang timbulkannya. Gadget merupakan salah satu masalah sosial. Mengapa? Karena secara tidak langsung gadget menimbulkan dampak yang berpengaruh pada perilaku sosial serta membuat sebuah budaya atas pandangan setiap individu.
Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan gadget di Indonesia pertumbuhannya cukup pesat. Bahkan peminat gadget di Indonesia semakin bertambah dan hampir semua kalangan masyarakat gemar menggunakan gadget. Para pengkonsusi gadget bukanlah berasal dari kalangan remaja maupun orang tua lagi, namun sudah merambat pada anak-anak baik balita maupun tingkat SD, seperti gambar dibawah ini.
   Gambar diatas adalah, seorang anak berumur 3 tahun dapat disebut juga balita, ia sedang menikmati fasilitas gadget. Kebiasaan atau pola hidup balita terebut sudah bergantungan pada gadget. Ia dapat tidur hingga tengah malam hanya untuk menikmati fasilitas gadget yang sudah biasa ia tekuni. Bertemu dengan hari esok pun ia tak lepas dari gadget. Disadari atau tidak kebiasaan lingkungan terhadap anak usia dini akan membentuk perkembangan anak. Seiring berkembangnya teknologi, banyak sekali yang berpengaruh pada anak seperti penggunaan gadget di atas. Gadget sangat mudah sekali menarik perhatian dan minat anak serta sudah menjadi hal yang biasa jika anak-anak saja sudah memakai gadget dalam kehidupan sehari-hari. Secara psikologis, masa balita atau kanak-kanak adalah masa keemasan dimana anak-anak belajar mengetahui apa yang belum diketahuinya serta sedang dalam masa mengikuti. Mereka dapat menerapkan atau mengikuti apa yang mereka lihat, maka dari itu perilaku anak pun tergantung apa yang disaring dari segala informasinya dalam penggunaan gadget. Jika masa kanak-kanak sudah tercandu dan terkena dampak negatif oleh gadget, maka perkembangan anakpun akan terhambat khususnya pada segi prestasi.
Gadget membawa pengaruh besar terhadap sikap dan perilaku yang biasanya ditanamkan sejak kecil. Dulu orang-orang ketika mereka masih kecil mereka bahagia akan permainan tradisional dan permainan peran yang dilakoninya. Mereka belajar bertemu banyak orang dan belajar bersosialisasi dengan teman-temannya. Taman dan lapangan pun tak pernah kosong, selalu diisi dengan anak-anak yang bermain, bercanda tawa. Hal ini yang memicu anak-anak berkembang. Menanamkan sikap keterbukaan serta dinamis. Namun zaman sekarang anak-anak/balita lebih memilih untuk memainkan gadget mereka dari pada keluar rumah yang hanya sekedar bertemu. Entah ketika beranjak dewasa, mereka akan kesulitan untuk bersosialisasi secara langsung. Ketika anak-anak sudah berdampak negatif dalam berperilaku, siapa yang harus disalahkan dalam masalah tersebut? Hmm, Untuk itu peran orang tua sangat penting dalam perkembangan teknologi yang sangat maju di zaman sekarang ini.

2.2    Faktor pendukung
Faktor yang mendukung masalah sosial tentang pengaruh gadget terhadap perkembangan anak dan perilaku sosial, tak lain adalah faktor gadget semakin canggih dan ketergantungan.
a.       Gadget semakin canggih
Gadget semkakin canggih, ini juga merupakan salah satu faktor bisnis. “Semakin banyak produk yang ada di pasaran, maka semakin tinggi pula tingkat konsumtif pelaku pasar”. Beberapa perusahaan gadget kini tengah berlomba-lomba untuk mengembangkan produk dengan keunggulan masing-masing. jadi bisa dipastikan beberapa tahun ke depan, teknologi gadget semakin trend.
Semakin banyaknya teknologi yang bersaing menyebabkan harga dari gadget semakin terjangkau. Beberapa tahun yang lalu gadget hanya banyak di pakai oleh para pembisnis dari kalangan menangah ke atas. Alasan mereka menggunakan gadget adalah untuk memudahkan bisnis mereka. Namun pada zaman sekarang, gadget tidak hanya dipakai oleh para pembisnis saja, banyak para remaja bahkan anak-anak pun telah banyak menggunakan gadget. Alasan para remaja menggunakan gadget karena memiliki berbagi fungsi selain untuk berkomunikasi juga untuk berbagi, menghibur dengan audio, video, gambar, game, dan lain-lain.
Yang dulunya gadget adalah sesuatu yang elit, akan tetapi sekarang sudah tidak lagi. Dilihat dari kenyataan sekarang, sudah menjadi hal yang biasa bahwa anak-anak SD saja memiliki gadget berupa smart phone taupun Hand phone sebagai bahan mainan mereka. Sekarang tidak hanya kalangan atas saja yang dapat memiliki gadget dan smartphone. Namun kalangan menengah juga sudah dapat memilikinya karena semakin bersaing nya di pasaran untuk membuat harga gadget semakin ekonomis. Karena itu banyak produk-produk baru yang menawarkan gadget dengan harga yang cukup murah. Karena itu lah sekarang orang dengan mudah untuk memilki sebuah gadget. Tak heran juga permainan yang dimainkan anak zaman sekarang berbeda dengan dulunya.
b.      Ketergantungan
“Secara tidak sadar, saat ini anak-anak sudah mengalami ketergantungan menggunakan gadget. Ketergantungan inilah yang menjadi salah satu dampak negatif yang sangat berpengaruh.” (Eko prasetyo, 2013)  Contohnya saja handphone. Sehari saja tidak mnggunakan handphone pasti ada rasa yang mengganjal.

2.3    Alasan larangan penggunaan gadget anak dibawah umur
Dokter anak asal Amerika Serikat, Cris Rowan, dalam tulisannya di Huffington Post, mengatakan perlu ada larangan penggunaan gadget pada usia anak di bawah 12 tahun. Sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada anak. Berikut 10 alasan larangan bermain gadget pada anak :
a.      Pertumbuhan otak yang terlalu cepat
Pada usia 0-2 tahun, pertumbuhan otak anak memasuki masa perkembangan hingga 21 tahun. Perkembangan otak awal ditentukan oleh rangsangan lingkungan. Stimulasi yang berasal dari gadget akan berhubungan dengan fungsi eksekutif dan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan dalam belajarm peningkatan impulsif dan menurunkan kemampuan dalam mengendalikan diri.
b.      Hambatan perkembangan
Penggunaan gadget akan membatasi gerak anak, yang mengakibatkan perkembangan terhambat. Satu dari tiga anak sekolah yang menggunakan gadget memiliki hambatan pada perkembangan, dan berdampak buruk pada prestasi akademik. Penggunaan gadget di bawah usia 12 tahun akan menghambat perkembangan anak.
c.       Obesitas
Gadget berkorelasi dengan risiko obesitas. Saat menggunakan gadget, anak cenderung kurang bergerak. Anak yang diperbolehkan bermain gadget di kamar tidur mereka 30 persen mengalami risiko obesitas. Obesitas berpotensi diabetes, stroke, dan serangan jantung. Sehingga dapat memperpendek usia. Anak-anak yang lahir pada abad 21, kemungkinan tidak akan hidup lebih lama daripada orangtua mereka.
d.      Gangguan tidur
Kebanyakan orangtua tidak mengawasi anaknya saat bermain gadget. Sebanyak 75 persen anak yang bermain gadget di kamar tidur mengalami masalah pada tidurnya. Sehingga berdampak pada prestasi belajar mereka.
e.       Penyakit mental
Penggunaan gadget berlebihan menjadi penyebab meningkatnya laju depresi pada anak, kecemasan, gangguan perhatian, autisme, gangguan bipolar, psikotis dan gangguan perilaku pada anak.

f.       Agresif
Konten kekerasan dapat menyebabkan agresif pada anak. Seperti pada game Grand Theft Auto V, yang menggambarkan seks, pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi. Dan banyak lagi di dalam film dan acara TV.
g.      Pikun digital
Konten media berkecepatan tinggi berkontribusi terhadap meningkatnya risiko defisit perhatian, serta penurunan konsentrasi dan ingatan, karena pemangkasan otak yang berperan dalam melakukan hal itu.
h.      Kecanduan
Kurangnya perhatian orangtua, anak-anak cenderung lebih dekat dengan gadget. Dengan tidak adanya keterikatan orangtua, anak-anak melampiaskannya ke gadget. Sehingga menyebabkan kecanduan.
i.        Radiasi
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan ponsel sebagai risiko kategori 2B, karena emisi radiasi yang dihasilkan. Anak-anak lebih sensitif terhadap berbagai radiasi dibandingkan orang dewasa, karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.
j.        Tidak berkelanjutan
Edukasi yang berasal dari gadget tidak akan lama bertahan dan berkelanjutan dalam ingatan anak-anak. Anal-anak adalah masa depan kita, tetapi tidak ada masa depan bagi anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget. Dengan demikian, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi anak-anak.

2.4    Cara mengatasi dampak negatif dari pengaruh Gadget terhadap Prestasi Anak
Sosok yang paling berpengaruh dalam mencegah maupun mengatasi dampak negatif dari gadget adalah orang tua. Maka orang tua memiliki peran besar dalam membimbing dan mencegah agar teknologi gadget tidak berdampak negatif bagi anak.
Jovita Maria Ferliana, M.Psi. (2013) menjelaskan cara-cara yang harus dilakukan oleh orang tua ialah sebagai berikut :
a.       Pilih sesuai usia
Dilihat dari tahapan perkembangan dan usia anak, pengenalan dan penggunaan gadget bisa dibagi ke beberapa tahap usia. Untuk anak usia di bawah 5 tahun, Pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara. Artinya, jangan terlalu banyak memberikan kesempatan bermain gadget pada anak di bawah 5 tahun. Terlebih di usia ini, yang utama bukan gadget -nya, tapi fungsi orangtua. Pasalnya gadget hanya sebagai salah satu sarana untuk mengedukasi anak.
Ditinjau dari sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun masih dalam taraf perkembangan. Perkembangan otak anak akan lebih optimal jika anak diberi rangsangan sensorik secara langsung. Misalnya, meraba benda, mendengar suara, berinteraksi dengan orang, dan sebagainya. Jika anak usia di bawah 5 tahun menggunakan gadget  secara berkelanjutan, apalagi tidak didampingi orangtua, akibatnya anak hanya fokus ke gadget dan kurang berinteraksi dengan dunia luar.
Yang berikutnya, otak bagian depan adalah bagian yang berfungsi memberi perintah dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Di bagian otak belakang, ada yang namanya penggerak. Di bagian ini, terdapat hormon endorfin yang mengatur pusat kesenangan dan kenyamanan. Pada saat bermain gadget, anak akan merasakan kesenangan, sehingga memicu meningkatnya hormon endorfin. kecanduan berhubungan dengan ini jika dilakukan dalam jangka waktu lama dan kontinyu . Akibatnya, ke depannya, anak akan mencari kesenangan dengan jalan bermain gadget, karena memang sudah terpola sejak awal perkembangannya.
Dari aspek interaksi sosial, perkembangan anak-anak usia di bawah 5 tahun sebaiknya memang lebih ke arah sensor-motorik. Yaitu, anak harus bebas bergerak, berlari, meraih sesuatu, merasakan kasar-halus. Memang di gadget juga ada pengenalan warna atau games di mana orang melompat. Namun, kemampuan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan objek nyata di dunia luar tidak diperoleh anak.
b.       Batasi waktu
Anak usia di bawah 5 tahun, boleh-boleh saja diberi gadget. Tapi harus diperhatikan durasi pemakaiannya. Misalnya, boleh bermain tapi hanya setengah jam dan hanya pada saat senggang. Contohnya, kenalkan gadget seminggu sekali, misalnya hari Sabtu atau Minggu. Lewat dari itu, ia harus tetap berinteraksi dengan orang lain. Aplikasi yang boleh dibuka pun sebaiknya aplikasi yang lebih ke fitur pengenalan warna, bentuk, dan suara.
Sejalan pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orangtua bisa memberi kebebasan yang lebih, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi jaringan sosial mereka. Di atas usia 5 tahun (mulai 6 tahun sampai usia 10 tahun) orangtua bisa memperbanyak waktu anak bergaul dengan gadget. Di usia ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan. Jadi, kalau tadinya cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan supervisi dari orangtua, kini setiap Sabtu dan Minggu selama dua jam. Boleh main games  atau browsing mencari informasi. Intinya, kalau orang tua sudah menerapkan kedisiplinan sedari awal, maka di usia pra remaja, anak akan bisa menggunakan gadget  secara bertanggungjawab dan tidak kecanduan gadget.
c.        Hindarkan kecanduan
Kasus kecanduan atau penyalahgunaan gadget biasanya terjadi karena orangtua tidak mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil. Maka sampai remaja pun ia akan melakukan cara pembelajaran yang sama. Akan susah mengubah karena kebiasaan ini sudah terbentuk. Ini sebabnya, orang tua harus ketat menerapkan aturan ke anak, tanpa harus bersikap otoriter. Dan jangan lupa, orangtua harus menerapkan reward and punishment. Kalau ini berhasil dijalankan, maka anak akan bisa melakukannya secara bertanggungjawab dan terhindar dari kecanduan. Ciri-ciri anak yang sudah kecanduan antara lain:
·         Anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain dengan gadget.
·         Anak mengabaikan/mengesampingkan kebutuhan lain hanya untuk bermian gadget. Misalnya lupa makan, lupa mandi.
·         Anak mengabaikan teguran-teguran dari orang sekitar
d.       Beradaptasi dengan zaman
Salah satu dampak positif gadget adalah akan membantu perkembangan fungsi adaptif seorang anak. Artinya kemampuan seseorang untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitar dan perkembangan zaman. Jika perkembangan zaman sekarang muncul gadget, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya.
Artinya fungsi adaptif anak berkembang. seorang anak harus tahu fungsi gadget dan harus bisa menggunakannya karena salah satu fungsi adaptif manusia zaman sekarang adalah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebaliknya, anak yang tidak bisa mengikuti perkembangan  teknologi bisa dikatakan fungsi adaptifnya tidak berkembang secara normal.
Namun, fungsi adaptif juga harus menyesuaikan dengan budaya dan tempat seseorang tinggal. Kalau anak tinggal di sebuah desa dimana gadget adalah barang langka, maka wajar kalau anak tidak tahu dan tidak kenal yang namanya gadget.

BAB III
KESIMPULAN


3.1    Kesimpulan
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sedangkan gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.
Dari pembahasan diatas, teknologi jelas mempengaruhi perkembangan anak. Dengan terlalu membebaskan anak dibawah umur menggunakan teknologi yang terlalu canggih seperti gadget maka itu dapat mengubah perilaku seorang anak, untuk itu peran orang tua sangat penting. Namun perangkat ini dapat berdampak baikapabila pemanfaatnya diimbangi dengan interaksi dengan lingkungan sekitarnya.

3.2    Saran
Secara tidak sadar, saat ini manusia sudah mengalami ketergantungan menggunakan gadget. Ketergantungan inilah yang menjadi salah satu dampak negatif kehadiran gadget. Contohnya saja handphone. Sehari saja tidak mnggunakan handphone pasti ada rasa yang mengganjal.
Orang tua harus tegas atau tidak boleh memanjakan anaknya yang umurnya dibawah 5 tahun untuk menggunakan gadget. Karena lebih banyak dampak negatif yang timbul apabila seorang anak di bawah umur telah diberikan gadget. Salah satu dampak negatif yang terjadi ialah dapat membuat anak menjadi malas, mengganggu kesehatannya dan juga dapat menyalah gunakan fungsi gadget.
Maka sebaiknya orang tua perlu memikirkan apa yang boleh diberikan oleh anak-anaknya yang masih berumur dibawah 5 tahun. Apabila ingin memberikan nya juga haruslah selalu tetap mengontrol penggunaan gadget nya jangan terlalu berikan kebebasan yang berlebihan. Dan juga melarangnya untuk membawa gadget ke sekolah, karena bisa menghambat proses pembelajarannya di sekolah.

DAFTAR PUSAKA


http://fuadefendi3.blogspot.co.id/2014/01/pengaruh-gadget-terhadap-perkembangan.html

Hartati, Sofia. 2007. How To Be a Good Teacher and To Be a Good Mother. Jakarta : Enno media.

 Hastuti. 2012. Psikolog Perkembangan Anak. Yogyakarta: Tugu Publisher.

Novaria a.i dan Triton p.b. 2008. Cara pintar mendampingi anak. Yogyakarta:  tugu publisher.

Anonymouse.(2013).”Anak dan Gadget: Yang Penting Aturan Main.”[Online].http://www.tabloid-nakita.com/read/1/anak-dan-gadget-yang-penting-aturan-main. [5 Desember 2013]

Metta. (2013).”Kapan waktu tepat memeperkenalkan gadget pada anak”[Online].http://bidanku.com/kapan-waktu-tepat-memperkenalkan-gadget-pada-anak. [5 Desember 2013]

Muzakky, akhmad.(2013).”Pengaruh penggunaan Gadget yang berlebihan terhadap perkembangan anak”[Online]. http://blog.ub.ac.id/akhmadmuzakky/2013/03/14/pengaruh-penggunaan-gadget-yang-berlebihan-terhadap-perkembangan-anak. [5 Desember 2013]

Prasetyo,Eko.(2013).”Gadget”.[Online].http://epzna.blogspot.com/2013/08/gadget.html, [10 Desember 2013]

Cvano,Osland.(2013).”Pengertian_Gadget”.[Online].http://mencobacariduit.blogpot.com/2013/09/pengertian-gadget.html / 2013/ ,[17 agustus 2013]

Anonymouse.(2013).”Seputar_Gadget”.[Online].http://pakarparenting.com/seputar-gadget/. [17 Desember 2013]

 

No comments:

Post a Comment