“ASAS-ASAS
PENGETAHUAN LINGKUNGAN”
Asas merupakan hipotesis
yang telah diuji coba kebeneranya, dapat dilakukan penyamarataan kesimpulan
secara umum kebenaranya, asas dihasilkan dri sebuah pengamatan, penelaahan, dan
penelitian. Asas menjadi landasan pengetahuan yang digunakan untuk kegiatan dan
tindakan kearah yang lebih tepat, nama lain dari asas adalah prinsip.
Asas lingkungan adalah
kondisi dan tata hubungan antar komponen lingkungan mempunyai keteraturan/menganut
asas tertentu yang bermanfaat untuk landasan pengelolaan lingkungan,
penyimpangan yang terjadi pada asas dapat mengakibatkan penurunan kualitas
lingkungan. Berikut ini merupakan pengelompokan asas-asas lingkungan (http://file.upi.edu/):
Asas 1
Semua
energi yang memasuki organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap
sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan.
Asas 2
Asas 3
Materi, energi, ruang, waktu, dan
keanekaragaman, semuanya termasuk sumber daya alam
Asas
4
Untuk semua kategori sumber daya alam,
kalau pengadaannya sudah mencapai optimum, pengaruh unit pengadaannya sering
menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum.
Melampaui batas maksimum tidak ada pengaruh yang menguntungkan lagi
Asas 5
Ada dua jenis sumber daya alam, yaitu
sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang
tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. Contoh: Pengadaan energi:
merangsang penggunaan pengadaan makanan: tidak meragsang penggunaan (terbatas)
Asas 6
Individu dan spesies yang mempunyai lebih
banyak keturunan dari pada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya.
Yang dapat menyesuaikan diri, lebih banyak keturunan lebih berhasil. Domba
Australia dibawa ke Amerika sapi asli kalah bersaing makanan
Asas
7
Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas
lebih tinggi di alam lingkungan yang “mudah diramal”. Mudah diramal: punya pola
keteraturan faktor lingkungan Lingkungan yang tidak stabil spesies sedikit
Lingkungan stabil keanekaragaman tinggi
Asas
8
Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh
keaneka-ragaman takson, bergantung
kepada nicia dalam lingkungan hidup itu dapat
memisahkan takson tersebut Setiap spesies mempunyai nicia tertentu dapat hidup
berdampingan dengan spesies lain.
Asas
9
Keanekaragaman komunitas apa saja
sebanding dengan biomasa dibagi produktivitas. E = K x B/P K : konstanta E :
keanekaragaman B : biomasa P : produktivitas
Asas
10
Dalam lingkungan stabil perbandingan
antara biomasa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai
asimtoot. Maksimasi efisiensi penggunaan energi dan minimasi pemborosan energi.
Contoh : Hewan Homoiotermis pada iklim dingin lebih besar ukuran tubuhnya.
Asas
11
Sistem yang sudah mantap (dewasa)
mengeksploitasi sistem yang belum mantap (muda). Contoh : Hutan dan Ladang ;
Desa dan Kota.
Asas
12
Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau
tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu
lingkungan. Dalam ekosistem mantap dan habitat stabil sifat responsif fluktuasi
faktor lingkungan, tidak diperlukan. Dalam ekosistem yang belum mantap populasi
kurang bereaksi terhadap perubahan fisika kimiawi lingkungan
Asas
13
Lingkungan yang secara fisik mantap
(dewasa) memungkinkan terjadinya keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang
mantap (dewasa), yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi
Asas 14
Derajat
pola keteraturan naik turunnya populasi bergantung pada jumlah keturunan dalam
sejarah populasi sebelumnya yang nantinya akan mempengaruhi populasi itu.
Sumber:
https://www.scribd.com/document_downloads/direct/212876723?extension=pdf&ft=1490886263<=1490889873&user_id=270525531&uahk=Bk6CqZj8YfRlxMXwhEZ0SvYVMdo’
No comments:
Post a Comment