KETAHANAN NASIONAL
1. Latar Belakang Ketahanan Nasional
Setiap bangsa sudah pasti mempunyai cita-cita
yang ingin diwujudkan dalam hidup dan kehidupan nyata. Cita-cita itu merupakan
arahan dan atau tujuan yang sebenar-benarnya dan mempunyai fungsi sebagai
penentu arah dari tujuan nasionalnya. Namun demikian, pencapaian cita-cita dan
tujuan nasional itu bukan sesuatu yang mudah diwujudkan karena dalam
perjalanannya kearah itu akan muncul energi baik yang positif maupun negatif
yang memaksa suatu bangsa untuk mencari solusi terbaik, terarah, konsisten,
efektif, dan efisien. Energi positif bisa muncul dari dua situasi kondisi yaitu
dalam negeri dan luar negeri. Kedua situasi kondisi itu akan menjadi motor dan
stimulan untuk membangkitkan kesadaran pada bangsa untuk membangun ketahanan
nasional yang holistik dan komprehensif. Di sisi lain, energi negatif juga akan
muncul dari dua situasi kondisi tadi, yang biasanya menjadi penghambat dan
rintangan untuk membangun ketahanan nasional. Energi negatif biasanya muncul
secara parsial tetapi tidak bisa dipungkiri dalam banyak hal merupakan suatu
produk yang tersistem dan terstruktur dengan rapi dalam sistem operasional yang
memakan waktu lama. Energi positif tersebut diatas dalam banyak wacana biasanya
disebut dengan daya dan upaya penguatan pembangunan suatu bangsa dalam rangka
mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Sementara itu, energi negative
cenderung untuk menghambat dengan tujuan akhir melemahkan bahkan menghancurkan
suatu bangsa. Kemampuan, kekuatan, ketangguhan dan keuletan sebuah bangsa
melemahkan dan atau menghancurkan setiap tantangan, ancaman, rintangan dan
gangguan itulah yang disebut dengan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu,
ketahanan nasional mutlak senantiasa untuk dibina dan dibangun serta
ditumbuhkembangkan secara terus-menerus dengan simultan dalam upaya
mempertahankan hidup dan kehidupan bangsa. Lebih jauh dari itu adalah makin
tinggi tingkat ketahanan nasional suatu bangsa maka makin kuat pula posisi
bangsa itu dalam pergaulan dunia. Bangsa dan negara Indonesia sejak proklamasi
pada tanggal 17 Agustus 1945 pun tidak lepas dan luput dari persoalan yang
berkaitan dengan ketahanan nasional karena dalam perjalanan sejarahnya, Negara Kesatuan
Republik Indonesia mengalami pasang surut dalam menjaga eksistensi dan
kelangsungan hidup sebagai sebuah bangsa dan Negara yang merdeka dan berdaulat.
Apabila dilihat dari geopolitik dan geostrategi yang kemudian dikaitkan dengan
potensi-potensi yang dimilikinya maka bangsa Indonesia berada pada posisi yang
rawan dengan instabilitas nasional yang diakibatkan dari berbagai kepentingan
seperti persaingan dan atau perebutan pengaruh baik dari dalam negeri maupun
dari luar negeri. Hal itu sudah dipastikan akan memberikan dampak bagi hidup
dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia dalam jangka pendek maupun jangka
panjang. Indonesia adalah negara yang bersandar pada kekuatan hukum sehingga
kekuasaan dan penyelenggaraan hidup dan kehidupan kenegaraan diatur oleh hukum
yang berlaku. Dengan kata lain, hukum sebagai pranata sosial disusun untuk kepentingan
seluruh rakyat dan bangsa yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh rakyatnya.
Kondisi kehidupan nasional itu menjadi salah satu kekuatan ketahanan nasional
karena adanya jaminan kekuasaan hukum bagi semua pihak yang ada di Indonesia
dan lebih jauh daripada itu adalah menjadi cermin bagaimana rakyat Indonesia
mampu untuk tumbuh dan berkembang dalam suatu wilayah yang menempatkan hokum 3 sebagai
asas berbangsa dan bernegara dengan menyandarkan pada kepentingan dan aspirasi
rakyat.
2.
Tujuan Ketahanan Nasional
Tujuan
ketahanan nasional pada dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan,
dan gangguan (AHTG). Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin
dapat menjamin kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara. Oleh
karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan
nasional nasional secara bottom up approach melalui pembinaan tingkat ketahanan
dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan,
ketahanan keluarga dan ketahanan pribadi. Dengan pembangunan ketahanan nasional
melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan
nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dan sekaligus
pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah. Tujuan nasional menjadi pokok pikiran dalam ketahanan nasional karena
suatu organisasi apapun bentuknya dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkannya akan selalu berhadapan dengan masalahmasalah yang
internal dan ekternal, demikian pula dengan 5 negara dalam mencapai tujuannya.
Oleh karena itu, dibutuhkan suatu situasi dan kondisi yang siap untuk
menghadapinya.
3.
Falsafah dan Ideologi dalam Ketahanan Nasional
falsafah
dan ideologi menjadi pokok pikiran ketahanan nasional diperoleh dari Pembukaan
UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut :
a. Alinea Pertama, menyebutkan bahwa
”sesungguhnya kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka
penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan
perikemanusiaan dan perikeadilan” mempunyai makna : ”merdeka adalah hak semua
bangsa”, ”penjajahan bertentangan dengan hak asasi manusia”.
b. Alinea Kedua, menyebutkan ”dan perjuangan kemerdekaan Indonesia
telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan
rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang
merdeka, berdaulat adil dan makmur” mempunyai makna : ”adanya masa depan yang
harus diraih (cita-cita).
c. Alinea Ketiga, menyebutkan ”atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha
Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan
yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”
mempunyai makna :”bila negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa
dan bernegara harus mendapat ridho Allah yang merupakan dorongan spiritual”
d. Alinea Keempat, menyebutkan ”kemerdekaan dari pada itu untuk
membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan
umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan negara Republik Indonesia
yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawatan/perwakilan, serta dengan
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Alinea itu mempunyai
makna yaitu mempertegas cita-cita yang harus dicapai oleh bangsa Indonesia
melalui wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Pengertian Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan
pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia dari
masa ke masa. Kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik
dasar atau titik tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan
kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Pengertian baku Ketahanan Nasional
bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek
kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun
dari dalam untuk menjamin identitas , integritas, kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. Oleh karena itu, Ketahanan
Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan
dan dibina secara terus-menerus serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari
lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara
dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan
nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran geopolitik
dan geostrategi sebagai sebuah konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan
konstelasi yang ada disekitar Indonesia. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia
adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan
kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh
aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD
1945 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia
merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan
bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dengan
pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai
kemampuan bangsa dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai nasionalnya, demi
sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sementara
itu, keamanan adalah kemampuan bangsa dan negara untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya
terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam. Hakikat Ketahanan Nasional
Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan
kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara
dalam mencapai tujuan nasional. Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia
adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara
seimbang, serasi dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.
5. Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia
Asas
Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang
tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri
dari :
1. Asas
Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan
keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan
manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian
kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan
merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam realisasinya kondisi
kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada
kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya memberikan
prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Oleh karena itu,
keduanya harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun sebab keduanya
merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan
negara.
2. Asas
komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu
Sistem kehidupan
nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan
terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi
dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek
kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
3. Asas
mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan
nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling
berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan
lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik
yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam
dan ke luar.
a.
Mawas ke dalam
Mawas ke dalam
bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri
berdasarkan nilainilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas
derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa
ketahanan nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
b. Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat
mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan
strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan
ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional,
kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan
dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi
dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
4. Asas
kekeluargaan
Asas
kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong,
tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan
secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang
menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.
6.
Pengaruh aspek pada kehidupan berbangsa &
bernegara
Berdasarkan rumusan pengertian ketahanan nasional
dan kondisi kehidupan nasional Indonesia yang sesungguhnya ketahanan nasional
merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional dalam berbagai
aspek pada saat tertentu. Setiap aspek di dalam tata kehidupan nasional
seringkali berubah-ubah menurut waktu, ruang dan lingkungan terutama pada
aspek-aspek dinamis. Sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat
sulit dipantau, karena sangat kompleks. Dalam rangka pemahaman dan pembinaan
tata kehidupan nasional itu diperlukan penyederhanaan tertentu dari berbagai
aspek kehidupan nasional dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dari
keadaan nyata, melalui suatu kesepakatan dari hasil analisa yang dilandasi
teori hubungan antara manusia dengan tuhan, dengan masyarakat dan dengan
lingkungan. Berdasarkan pemahaman tentang hubungan tersebut diperoleh gambaran
bahwa konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang
mendukung kehidupan yaitu:
1)
Aspek yang berkaitan dengan alamiah yang bersifat statis, meliputi aspek
geografi, kependudukan, dan sumber daya alam.
2)
Aspek yang berkaitan dengan sosial yang bersifat dinamis meliputi aspek
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.
1. Pengaruh
Aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan
kepastian ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga mencakup
mengenai konsep dasar kehidupan yang dicita-citkan oleh suatu bangsa.
Keberhasilan suatu odeologi bergantung pada rangkaian nilai yang terkandung
didalamnya yang dapat menjamin kehidupan manusia baik sebagai individu ataupun
sebagai anggota masyarakat. Secara teori, suatu ideologi berasal dari aliran
pikiran dan merupakan pelaksanaan dari sistem pemikiran itu sendiri
a.
Ideologi pancasila
Pancasila merupakan tatanan
nilai yang diambil dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang telah
lama tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Indonesia. Pancasila merupakan
kesatuan yang utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua
nilai yang terkandung didalamnya. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan
kesempatan kepada umat manusia untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya.
Dan berfungsi sebagai kekuatan mental spriritual dan landasan etik dalam ketahanan
nasional. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengandung arti nilai yang
sama dan sederajat, hak dan kewajiban yang sama, saling mencintai dan
menghormati sesama manusia, membela kebenaran dan keadilan dan saling gotong
royong. Sila Persatuan Indonesia, menempatkan kepentingan dan keselamatan
bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Dan kepentingan
pribadi ataupun golongan diserasikan dalam ragka kepentingan bangsa dan negara.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/
Perwalilan, mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi)
yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. Sila Keadilan
Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengandung sikap adil dengan melaksanakan
hak dan kewajiban, bergotong royong dan bekerja keras dalam mewujudkan kemajuan
yang merata dan berkeadilan sosial.
b.
Ketahanan pada aspek ideology
Ketahanan ideologi diartikan
sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa indonesia yang berisi keuletan
dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi
dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik dari dalam
negeri maupun dari luar negeri, langsung ataupun tidak langsung dalam rangka
menjamin kelangsungan hidup ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia.
c.
Pembinaan ketahanan
ideologi
Untuk memperkuat ketahanan ideologi diperlukan
langkah-langkah pembinaan sebagai berikut:
·
Mengamalkan pancasila secara objektif dan
subjektif serta ditumbuh kembangkan secara konsisten.
·
Perlu adanya relevansi dan aktualisasi dari nilai
instrumental pancasila agar tetap mampu mengarahkan kehidupan dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam kehidupan dunia yang semakin maju
tanpa kehilangan jati diri.
·
Bhineka Tunggal Ika dan konsep wawasan nusantara
terus ditanamkan dalam masyarakat sebagai upaya dalam menjaga persatuan bangsa
dan kesatuan wilayah serta moralitas yang loyal dan bangga terhadap bangsa dan
negara.
·
Pancasila sebagai pandangan hidup harus dihayati
dan diamalkan demi terwujudnya tujuan nasional dan cita-cita bangsa indonesia.
·
Pembangunan sebagai pengamalan pancasila harus
menunjukkan keseimbangan fisik meterial dengan pembangunan mental spiritual
untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekulerisme.
·
Pendidikan pancasila ditanamkan pada diri anak
dengan mengintegrasikannya dalam mata pelajaran.
2.
Pengaruh Aspek Politik
Politik berasal dari kata politics dan atau
policy yang artinya kekuasaan (pemerintahan) atau kebijaksanaan. Pemahaman itu
berlaku di Indonesia dengan tidak memisahkan antara politics dan policy
sehingga kita menganut satu paham yaitu politik.
Hubungan
tersebut tercermin dalam fungsi pemerintahan negara sebagai penentu
kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan tang ingin
diwujudkan sehingga kebijaksanaan pemerintahan negara itu haruslah serasi dan
selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.
a. Ketahanan pada aspek politik
a. Ketahanan pada aspek politik
Ketahanan
pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa
yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, gangguan, ancaman
dan hambatan yang datang dari dalam maupun dari luar, baik secara langsung
ataupun tidak langsung demi menjamin kelangsungan politik bangsa dan negara
Indonesia
3.
Pengaruh Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satua aspek kehidupan
nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat, meliputi
produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. Sistem perekonomian yang
dianut suatu negara akan memberi corak terhadap kehidupan perekonomian di
negata itu. Sistem perekonomian negara Indonesia tercantum pada UUD 1945 pasal
33, yang menjelaskan bahwa sistem perekonomian adalah usaha bersama dan setiap
warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda
perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa.
a. Ketahanan pada
aspek ekonomi
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi
kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas
ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi
nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil
dan merata. Pembangunan ekonomi diarahkan pada mantapnya ketahanan ekonomi
melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan
dan teknologi dalam lingkup persaingan global.
4.
Pengaruh pada Aspek Sosial Budaya
Pengertian sosial pada hakekatnya adalah pergaulan
hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan,
senasib, sepenanggungan dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Dan
budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta,
rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama dan merupakan kekuatan
pendukung penggerak kehidupan. Dengan demikian kebudayaan merupakan cara hidup
masyarakat yang manifestasinya dalam tingkah laku dan hasil dari tingkah laku
yang dipelajari dari berbagai sumber.
a.
Ketahanan pada aspek
sosial budaya
Ketahanan dibidang sosial budaya diartikan
sebagai kondisi dinamik yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala
ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun
dari luar yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan
kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan pancasila
dan UUD 1945. Wujud ketahanan sosial budaya nasional tercermin dalam kehidupan
sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila,
yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya
manusia dan masyarakat indonesia. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan
sosial budaya bangsa Indonesia adalah pengembangan kondisi sosial budaya dimana
setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi
dirinya yang dilandasi nilai-nilai pancasila.
5. Pengaruh
pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah segenap
daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan
dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup bangsa dan
negara Indonesia. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam
kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat
yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan yang
dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan
kedaulatan negara. Dengan kata lain. Ketahanan pertahanan dan keamanan adalah
keuletan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiap siagaan serta upaya bela
negara untuk menjamin kelangsungan sistem keamanan nasional.
7. Keberhasilan
yang Diperoleh dari Ketahanan Nasional
1.
Memiliki
semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa
keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman,
gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam,
untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara
serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
2.
Sadar
dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara
Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh
tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi Iebih cinta
kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta
tanah air.
Daftar
Pustaka :
http://agusismyname.blogspot.com/2013/06/keberhasilan-ketahanan-nasional.html
No comments:
Post a Comment