MANUSIA
DAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan dalam dimensi kehidupan. Manusia dan kebudayaan bersatu menjadi sebuah rangkaian seni yang menghasilkan wujud yang bersifat fungsional. Manusia merupakan dasar dari terwujudnya suatu kebudayaan. Mengapa? Karena manusia lah yang menciptakan kebudayaan itu sendiri. Tanpa manusia kebudayaan tidak akan terwujud. Manusia Bukan hanya sekedar menciptakan namun mengaplikasikan nya dalam kehidupan sehari hari, sehingga menjadi suatu kebiasaan bagi masyarakat dan diwariskan secara turun menurun.
Kebudayaan
dibentuk oleh kepribadian masyarakat yang berada dalam wilayahnya dan setiap
wilayah pasti memiliki kepribadian masyarakat yang berbeda. Sehingga Setiap
manusia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda pula. Hal ini disebabkan karena
mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya sehingga manusia di manapun
memiliki kebudayaan yang berbeda masing-masing. Perbedaan kebudayaan disebabkan
karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia
itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya
tersebut. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang
masuk ke Indonesia, diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap
kebudayaan masing – masing daerah, karena kebudayaan merupakan jembatan yang
menghubungkan dengan manusia yang lain dan merupakan latar belakang suatu
wilayah.
Dalam
uraian diatas kita akan membahas tentang pengertian pengertian dasar manusia
dan kebudayaan serta keterkaitannya.
A.
Manusia
Manusia
adalah Makhluk hidup atau insan yang di ciptakan Allah dengan diberinya roh/jiwa
yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Pengertian manusia menurut
para ahli sangat tak terbatas. Manusia dapat diartikan berbeda beda sesuai
dengan segi pendefinisiannya. Manusia bias didefiniskan dari segi biologis,
rohani, budaya dan campuran dari kesemua segi tersebut.Manusia memiliki akal
dan budi pekerti serta kemampuan dalam mengembangkan pola pikir dan emosinya,inilah
yang menjadi pembeda dengan mahluk Tuhan lainnya. Manusia juga disebut sebagai
mahluk social yang tidak terlepas ata saling berganttung antara satu dengan
yang lainnya. Dalam Islam, manusia dipandang sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang
memiliki tugas tertentu dalam menjalakan kehidupan di dunia. Tugas tersebut
adalah kekhalifahaan, yakni tugas kepemimpinan yang mengelola dan memelihara alam
semesta ini.
Manusia Secara bahasa manusia
berasal dari kata “manu” (Sanskerta), “mens” (Latin), yang berarti
berpikir berakal budi atau makhluk yang berakal budi. Secara istilah manusia
dapat diartikan sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus)
atau seorang individu. Manusia adalah mahluk yang luar biasa
kompleks karena merupakan perpaduan antara mahluk material dan mahluk
spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika
keaktivisasikan dirinya.
Berikut
ini merupakan beberpa pengertian :
1.
Nicolaus D. & A.
Sudiarja
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka
karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan
rohani merupakan suatu barang
2.
Abineno J.I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa
abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”
3.
Kees Bertens
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2
unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan
4.
I Wayan Watra
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias
dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa
5.
Omar Mohammad Al-Toumy
Al-Syaibany
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia
adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3
dimensi(badan,akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi factor keturunan
dan lingkungan
6.
Erbe Sentanu
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya.
Bahkan bias dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dibandingkan dengan mahluk yang lain
7.
Paula J.C & Janet W.k
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna
dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara
kontinu serta turut menyusun pola erhubungan dan unggl multidimensi dengan
berbagai kemungkinan
Selain menurut para ahli, manusia juga dapat
didefinisikan menurut pandangan Islam. Dalam Al-Qur’an manusia dipanggil dengan
beberapa istilah, antara lain al-insaan, al-naas, al-abd, dan bani adam dan
sebagainya. Al-insaan berarti suka, senang, jinak, ramah atau mahluk yang
sering lupa. Al-naas berarti manusia (jama’). Al-abd berarti manusia sebagai
hamba Allah. Bani adam berarti anak-anak Adam karena berasal dari keturunan
Nabi Adam
Namun dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah disebutkan bahwa
manusia adalah mahluk yang paling mulia dan memiliki berbagai potenso serta
memperoleh petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
Dari beberapa definisi diatas, kita akan apa saja unsure-unsure
yang membangun manusia. Ada dua macam pandangan yang akan menjadi acuan untuk
menjelaskan :
1.
Manusia
itu terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada
luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruangdan waktu.
b. Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai
dengan gerak
c. Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja
secara spiritual dan memahami kebenaran,suatu kemampuan mencipta yang bersift
konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d. Nafs; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran
tentan diri sendiri
2.
Manusia
sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :
a. Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling
primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libidomurni, atau energi psikis
yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang
secarainstingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan
dengan lingkungan luar diri,tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian
yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
b. Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang
pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian
“eksekutif” karena peranannya dalam menghubgunkan energi Id ke dalam saluran
osial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c. Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling
akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego,
yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari
lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam
derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman
yang terinternalisasi.
Dalam pandangan Islam manusia pun memiliki unsure unsure yang membangunnya. Hasil peneliti Alquran yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpuannya bahwa manusia terdiri dari unsur-unsur: jasad, ruh, nafs, qalb(hati), fikr(fikiran), dan aqal.
Dari
uraian diatas dapat mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa
hubungan antara tindakan dan unsur-unsur
manusia.
B.
Hakekat
Manusia
Hakikat manusia
adalah peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia.
a. Manusia
adalah ciptaan Tuhan dan akan kembali
kepada penciptanya.
Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh manusia merupakan materi yang dapat kita lihat dan kita raba. Memiliki wujud yang nyata namun tidak selamanya abadi. Sedangkan jiwa adalah kebalikan dari arti tubuh itu sendiri. Tidak dapat dilihat, tidak berwujud namun sifatnya abadi. Jika manusia meninggal maka tubuhnya hancur dan lenyap, namun jiwa yang terdapat didalam tubuh akan lepas dan kembali kepada penciptanya yaitu Tuhan dan jiwa tidak mengalami penghancuran.
Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh manusia merupakan materi yang dapat kita lihat dan kita raba. Memiliki wujud yang nyata namun tidak selamanya abadi. Sedangkan jiwa adalah kebalikan dari arti tubuh itu sendiri. Tidak dapat dilihat, tidak berwujud namun sifatnya abadi. Jika manusia meninggal maka tubuhnya hancur dan lenyap, namun jiwa yang terdapat didalam tubuh akan lepas dan kembali kepada penciptanya yaitu Tuhan dan jiwa tidak mengalami penghancuran.
b. Manusia
adalah Mahluk ciptaan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan yang
lainnya
Manusia adalah Makhluk hidup atau insan yang di ciptakan Allah dengan diberinya roh/jiwa yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia memiliki akal dan budi pekerti serta kemampuan dalam mengembangkan pola pikir dan emosinya, berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Contoh nya seperti, hewan. Hewan memiliki akal akan tetapi sisi pandang dan cara berfikirnya berbeda karena hewan tidak dapat mengendalikan pola pikir dan emosinya. lalu Tumbuhan, Tumbuhan hanya memiliki ruang gerak atau lingkup yang sempit. Disisi ini Manusia jelas sangat berbeda dengan makhluk lainnya. Mulai dari fisik sampai dengan tata cara berfikirnya. Manusia secara luas dapat berbicara, terus berkembang dari masa ke masa, belajar, berbicara, melahirkan suatu kebudayaan, menciptakan suatu penemuan dan dapat tinggal serta bergerak dalam ruang lingkup yang sangat luas.Manusia memiliki perasaan yang akhirnya akan menciptakan kesenian, dapat memilih baik dan buruk serta mempertimbangkan sesuatu. Manusia hidup memenuhi kebutuhannya dengan saling berinteraksi dan membutuhkan satu sama lain yang membuat manusia membentuk sebuah kelompok, hal ini adalah pendukung utama manusia dapat melahirkan kebudayaan dan menciptakan sesuatu. Manusia dapat berbaur dengan segala kemajuan teknologi, penemuan-penemuan baru, kebudayaan dan Agama, sedangkan hewan dan tumbuhan , mereka berbaur tanpa memandang segala sisi yang dibutuhkan manusia. Maka dari itu manusia sangat berbeda dengan makhluk lainnya
Manusia adalah Makhluk hidup atau insan yang di ciptakan Allah dengan diberinya roh/jiwa yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia memiliki akal dan budi pekerti serta kemampuan dalam mengembangkan pola pikir dan emosinya, berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Contoh nya seperti, hewan. Hewan memiliki akal akan tetapi sisi pandang dan cara berfikirnya berbeda karena hewan tidak dapat mengendalikan pola pikir dan emosinya. lalu Tumbuhan, Tumbuhan hanya memiliki ruang gerak atau lingkup yang sempit. Disisi ini Manusia jelas sangat berbeda dengan makhluk lainnya. Mulai dari fisik sampai dengan tata cara berfikirnya. Manusia secara luas dapat berbicara, terus berkembang dari masa ke masa, belajar, berbicara, melahirkan suatu kebudayaan, menciptakan suatu penemuan dan dapat tinggal serta bergerak dalam ruang lingkup yang sangat luas.Manusia memiliki perasaan yang akhirnya akan menciptakan kesenian, dapat memilih baik dan buruk serta mempertimbangkan sesuatu. Manusia hidup memenuhi kebutuhannya dengan saling berinteraksi dan membutuhkan satu sama lain yang membuat manusia membentuk sebuah kelompok, hal ini adalah pendukung utama manusia dapat melahirkan kebudayaan dan menciptakan sesuatu. Manusia dapat berbaur dengan segala kemajuan teknologi, penemuan-penemuan baru, kebudayaan dan Agama, sedangkan hewan dan tumbuhan , mereka berbaur tanpa memandang segala sisi yang dibutuhkan manusia. Maka dari itu manusia sangat berbeda dengan makhluk lainnya
c. Manusia sebagai makhluk biologis (al-Basyar)
Pada hakekatnya tidak berbeda dengan
makhluk-makhluk biotik lainnya walaupun struktur organnya berbeda, karena
struktur organ manusia lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain.
d. Manusia sebagai makhluk psikis (al-insan).
Mempunyai potensi rohani seperti fitrah, qolb, ‘aqal. Potensi tersebut menjadikan manusia sebagai makhluk yang tertinggi martabatnya, yang berbeda dengan makhluk lainnya, artinya apabila potensi psikis tersebut tidak digunakan, manusia tak ubahnya seperti binatang bahkan lebih hina.
Mempunyai potensi rohani seperti fitrah, qolb, ‘aqal. Potensi tersebut menjadikan manusia sebagai makhluk yang tertinggi martabatnya, yang berbeda dengan makhluk lainnya, artinya apabila potensi psikis tersebut tidak digunakan, manusia tak ubahnya seperti binatang bahkan lebih hina.
e. Manusia sebagai mahluk sosial
mempunyai tugas dan tanggung jawab sosial terhadap alam semesta, ini disebabkan
karena manusia tidak hanya sebagai Abdullah tetapi juga sebagai khalifatullah
untuk mewujudkan kemakmuran, kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akherat
.
.
f. Mahluk
biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Dimana manusia sebagai mahluk hayati, dapat dipelajari dari segi biologis diantaranya anatomi, fisiologi, biokimia, psikobiologi,, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologis dan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi social, kesenian, ekonomi, bahasa dan sebagainya
Dimana manusia sebagai mahluk hayati, dapat dipelajari dari segi biologis diantaranya anatomi, fisiologi, biokimia, psikobiologi,, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologis dan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi social, kesenian, ekonomi, bahasa dan sebagainya
C.
Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian diartikan sebagai suatu
pola sikap yang mencerminkan sifat atau karakter seseorang dengan
lingkungannya. Kepribadian bangsa timur dapat diartikan sebagai suatu sikap
yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik
terhadap lingkungannya. Berikut merupakan uraian kepribadian bangsa timur.
1. Hospitality
Maksud dari sifat tersebut menunjukkan bahwa bangsa timur memiliki sifat yang ramah dan sopan serta mudah bersosialisasi dengan bangsa lainnya. Sikap peduli terhadap lingkungan sekitar membuat bangsa timur mudah bergaul berbeda dengan bangsa barat yang cenderung hidup lebih individualis.
Maksud dari sifat tersebut menunjukkan bahwa bangsa timur memiliki sifat yang ramah dan sopan serta mudah bersosialisasi dengan bangsa lainnya. Sikap peduli terhadap lingkungan sekitar membuat bangsa timur mudah bergaul berbeda dengan bangsa barat yang cenderung hidup lebih individualis.
2. Hardworking
Pekerja keras merupakan sifat yang tidak bisa dianggap remeh. Bangsa Timur dikenal dengan orang-orangnya yang tidak mudah menyerah, rajin dan bersungguh sungguh saat melakukqan sesuatu apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan.
Pekerja keras merupakan sifat yang tidak bisa dianggap remeh. Bangsa Timur dikenal dengan orang-orangnya yang tidak mudah menyerah, rajin dan bersungguh sungguh saat melakukqan sesuatu apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan.
3. Religius & Well-culture
Bangsa timur juga terkenal karena keragaman
ras dan kebudayaan. Tidak hanya menang kuantitas, hal utama yang menjadi
pedoman hidup bangsa timur adalah tradisi dan agama. Karena keterikatan dengan
adat dan budaya menjadikan pembatas individu-individu bangsa timur untuk
mencapai potensi maksimalnya.
4. Respect for Elder
Bangsa
timur dikenal dengan kesopanannya dan menjunjung tinggi norma kesopanan. Adat
yang berlaku di lingkungna bangsa timur sangat berpengaruh terhadap kesopanan
orang-orangnya.
5. Diligent
Karena bangsa timur dikenal pekerja keras dan rajin ini menyebabkan bangsa timur cerdas dan pantang menyerah.
Karena bangsa timur dikenal pekerja keras dan rajin ini menyebabkan bangsa timur cerdas dan pantang menyerah.
6. Attached to Norms
Sebagai
bangsa timur, dikenal amat menjunjung tinggi norma-norma. Bangsa timur
cenderungjudgemental menyangkut hal-hal yang bertentangan dengan norma.
7. Strong family Ties
Kebanyakan
orang-orang bangsa timur sangat bergantung pada keluarganya. Keluarga menjadi factor
utama dalam hal mempertimbangkan banyak hal seperti urusan jodoh dan karir.
Dari uraian diatas, dapat dikatakan
Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai
sifat toleransi yang tinggi, ramah tamah, selalu gotong royong, saling
menghargai dan santun. Akan tetapi dengan mengikuti gelombang perkembangan
zaman dan teknologi, Kepribadian bangsa timur melemah(khususnya Indonesia),
karakter yang begitu menjadi ciri khas bangsa Khususnya bangsa Indonesia
menjadi berkurang bahkan mulai menghilang dengan dibantu oleh corak kepribadian
bangsa lain (Barat). Indonesia memiliki keragaman akan budaya, suku dan adat
istiadat. Indonesia pun terkenal akan keramahan, gotong royong dan santunnya.
Tapi saat ini bangsa timur (khususnya Indonesia) lebih terbuka atau lebih
“welcome” dengan corak barat. Dengan adanya pengenalan karakter barat yang tidak
di filterisasi membuat karakter bangsa menurun. Dapat kita lihat nilai nilai
toleransi,gotong royong, ramah tamah, moral dan santun Indonesia mulai menurun.
Mulai dari sifat toleransi yang
tinggi. Pada masa ini sifat toleransi yang tinggi sudah tak dikenal lagi oleh
bangsa kita sendiri, seperti hal kecilnya menumbuhkan rasa saling menghargai
dan menghormati orang lain. Dalam keseharian kita dipenuhi dengan berbagai
teman yang memiliki karakter dan pola pikir yang berbeda, sikap saling
menghargai akan perbedaan kini luntur. Banyak permasalahan pertemanan hanya
dikarenakan ketidak sukaan terhadap sifat teman. Padahal sangat dibutuhkan
pandangan bahwa kita manusia tidak dapat hidup sendiri. Sehingga kita harus
bersikap saling menghargai perbedaan dan mengerti agar terpupuknya rasa
toleransi yang tinggi. Masalah menghargai kebudayaan tradisional pun meluap
pada titiknya. Bersikap acuh pada kebudayaan tradisional, tetapi ketika
kebudayaan tradisional kita di akui oleh bangsa lain, kita marah. Jika kita
bangga dan menjunjung tinggi kebudayaan mungkin bangsa lain akan lebih malu
mengambil kebudayaan kita. Lalu permasalahan macet dalam kehidupan sehari hari,
jalan raya sudah seperti arena balap dimana manusia saling tidak mau mengalah
dan mementingkan kepentingan mereka masing masing yang akhirnya berujung pada
keributan kecil di jalan raya . Padahal jika mereka masih memiliki rasa
toleransi yang tinggi maka mereka akan lebih sabar dan mengerti dimana waktu
mereka mengalah.
Bukan hanya sifat toleransi saja
yang meluruh, sikap gotong royong pun sama luruhnya. Dahulu nenek moyang kita
mendahulukan sikap menolong sesama tanpa pamrih tapi sekarang yang dapat kita
lihat, menolong sesama dengan adanya sesuatu yang diharapkan. Masa ini membantu
atau dibantu harus menggunakan bayaran. Rasa gotong royong pun hilang, jika
dibayar namanya bukan lagi gotong royong. Bangsa timur identik dengan
penduduknya yang sebagian besar cara berpakaiannya sopan dan tertutup.
Masyarakat timur berpakaian sopan dn tertutup mungkin karena mayoritas
penduduknya adalam pemeluk agama Islam, namun diera sekarang ini budaya barat
merengkuh banyak bangsa timur yang meniru kebiasaan barat. Kebiasaan memakai
pakaian serba minim, Hal ini bertentangan dengan kebiasaan orang timur yang
membuat lunturnya karakter yang telah dinilai baik menjadi menurun. Memang
tidak dapat dikatakan bahwa budaya atau karakter bangsa lebih buruk dari bangsa
timur. Karena kesalahan tetap terletak pada masyarakat timur yang tidak dapat
memfilterisasi asupan asupan luar.
D.
Kebudayaan
Budaya = cultuur (bahasa belanda) =
culture (bahasa Inggris) = tsaqofah (bahasa Arab), berasal dari bahasa Latin
“Colere” yang artinya mengolah, mengerjakan menyuburkan dan mengembangkan,
terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti
culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah
alam”. Sedangkan Ditinjau dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari
bahasa Sansakerta “Buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi
atau akal.
Pendapat lain mengatakan, bahwa kata
budaya adalah sebagai perkembangan dari kata budidaya, yang berarti daya dan
budi. Maka dari itu dibedakanlah antara pengertian budaya dan kebudayaan.
Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta karsa dan rasa, sedangkan
kebudayaan merupakan hasil dari budaya atau hasil cipta, karsa dan rasa.
Secara umum, Kebudayaan
adalah Suatu pola yang djadikan prinsip kehidupan dengan didukung oleh terapan
atau aplikasi daya fikir, ide/gagasan serta kreatifitas dan inovasi manusia
dalam kelangsungan hidup yang diwariskan dari nenek moyang untuk
generasi-generasi mendatang. Kebudayaan sangat berikatan dengan manusia karena
kebudayaan lahir dari interaksi sekelompok manusia yang terbentuk menjadi satu.
Kebudayaan disini dapat berupa adat istiadat, bangunan, Bahasa, Moral bangsa
dan kesenian. Jadi Kebudayaan dijadikan sebagai stuktur kehidupan yang menjadi
ciri khas masyarakat.
Beberapa
pengertian Kebudayaan menurut para ahli :
1. Ki Hajar Dewantara : “ Kebudayaan adaalah buah
budi manusia dalam hidup bermasyarakat”
2. Koentjaraningrat,
guru besar Antropologi di Universitas Indonesia : “Kebudayaan adalah
keseluruhan system, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar”.
3. Andreas
Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai social, norma, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan stuktur-stuktur social, religious, dan lain-lain,
tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistic yang menjadi ciri khas
suatu masyarakat.
4. Edward
Burnett Tylor, kebudayaan merupakan ekseluruhan yang kompleks, yang didalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
5. Sultan
Takdir Alisyahbana, Kebudyaan adalah manifestasi dari cara berfikir
6. C.A.
Van Peursen, Kebudayaan merupakan gejala manusia dari kegiatan berfikir
(mitos,ideology, dan ilmu), komunikasi (system masyarakat), kerja (ilmu alam
dan teknologi), dan kegiatan-kegiatan lain yang lebih sederhana.
7. Dr.
K. Kupper, Kebudayaan merupakan system gagasan yang menjadi pedoman dan
pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berprilaku, baik secara individu
maupun kelompok
8. M.Jacobs
dan B.J.Stern, Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi
social, ideology, religi dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan
warisan social
9. Kroeber
dan Kluckhon, Budaya terdiri dari pola, ekspilit dan implicit, dan untuk
perilaku yang diperoleh dan ditularkan oleh symbol, yang merupakan prestasi
khas dari kelompok manusia, termasuk perwujudan mereka di artefak, inti penting
dari budaya terdiri dari tradisional(yaity historis berasal dan dipilih)
ide-ide dan terutama nilai-nilai yang melekat mereka, system kultur dapat di
satu susu dianggap sebagai produk dan tindakan di sisi lain sebagai elemen
pengkondisian tindakan lebih lanjut.
Dari definisi-definisi kebudayaan dapat dinyatakan bahwa
inti pengertian kebudayaan mengandung beberapa ciri pokok, yaitu sebagai
berikut :
a. Kebudayaan
itu beraneka ragam.
b. Kebudayaan
itu diteruskan melalui proses belajar
c. Kebudayaan
itu terjabarkan dari komponen biologi, psikologi, sosiologi, dan eksistensi
manusia.
d. Kebudayaan itu berstruktur
e. Kebudayaan
itu terbagi dalam aspek-aspek.
f. Kebudayaan itu dinamis.
g. Nilai-nilai
dalam kebudayaan itu relative
E. Unsur-unsur Kebudayaan
Ada beberapa pendapat
ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu
alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi sistem
norma,organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga petugas pendidikan dan
organisasi kekuatan.
C. Kluckhohn
di dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan,
bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:
--- Sistem Religi
Kepercayaan
manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesaran bahwa ada
zat yang lebih dan Maha Kuasa
--- Sistem Organisasi
Kemasyarakatan
Sistem
yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai mahluk
yang paling sempurna, manusia tetap memiliki kelemahan dan kelebihan
masing-masing antar individu sehingga timbul rasa untuk berorganisasi dan
bersatu
--- Sistem Pengetahuan
Sistem
yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan fikiran yanhg berbeda
sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga peru
disampaikan agar yang lain juga mengerti
--- Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem
Ekonomi
Terlahir
karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu
ingin lebih
--- Sistem Teknologi
dan Peralatan
Sistem
yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang-barang dan sesuatu yang
baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengan mahluk
hidup lainnya
--- Bahasa
Sesuatu
yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk
mempermudah komunikasi antar sesame manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang
dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris
--- Kesenian
Setelah
memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi
kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan
F. Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi
tiga:
1.
Kompleks
gagasan, konsep, dan pikiran manusia
Kebudayaan yang muncul dan hidup
karena adanya gagasan – gagasan baru, konsep yang matang serta buah dari
pikiran yang kreatif. Wujudnya dapat ditemukan dalam sebuah buku – buku, arsip
dan sebagainya.
2.
Kompleks
aktivitas
Aktivitas adalah wujud kebudayaan
sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini
sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari
aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta
bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat
tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat
diamati dan didokumentasikan.
3.
Wujud
sebagai benda
Aktivitas manusia sehari – hari
umumnya dilakukan dengan menggunakan benda sebagai sarana dan prasarana. Dari
situ lahir kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret, bisa bergerak maupun
tidak.
Ketiga wujud dari kebudayaan tadi,
dalam kenyataan kehidupan masyarakat tidak terpisah satu sama lain. Kebudayaan
ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan tindakan dan
karya manusia, baik pikiran-pikiran dan ide-ide, maupun tindakan dalam karya
manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan fisiknya. Sebaliknya, kebudayaan
fisik membentuk suatu lingkungan tertentu yang makin lama makin menjauhkan
manusia dari lingkungan alamiahnya sehingga mempengaruhi pula pola-pola
perbuatannya, bahkan juga cara berfikirnya.
G. Orientasi Kebudayaan
Kluckhohn
dalam Pelly (1994) mengemukakan
bahwa nilai budaya merupakan sebuah
konsep beruanglingkup luas yang hidup dalam
alam fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang
paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling
berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Ada lima masalah pokok
kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara
universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut
adalah:
1. Masalah hakekat hidup
Mengenai hakekat hidup
manusia. Dalam banyak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Budha misalnya,
menganggap hidup itu buruk dan menyedihkan. Oleh karena itu poa kehidupan
masyaraktnya berusaha untuk memadamkan hidup itu guna mendapat nirwana, dan
mengenyampingkan segala tindakan yang dapat menambah rangkaian hidup kembali
(koentjaraningrat, 1986:10). Pandangan seperti ini sangat mempengaruhi wawasan
dan makna kehidupan itu secara keseluruhan. Sebaliknya banyak kebudayaan yang
berpendapat bahwa hidup itu baik. Tentu konsep-konsep kebudayaan yang berbeda
ini berpengaruh pula pada sikap dan wawasan mereka
2. Hakekat kerja atau karya manusia
Ada kebudayaan yang
memandang bahwa kerja itu sebagai usaha untuk kelangsungan hidup (survive)
semata. Kelompok ini kurang tertarik kepada kerja keras. Akan tetapi ada juga
yang menganggap kerja untuk mendapatkan status, jabatan, dan kehormatan. Namun,
ada yang berpendapat bahwa kerja untuk mempertinggi prestasi. Mereka ini
berorientasi kepada prestasi bukan kepada status.
3. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang
dan waktu
Ada budaya yang memandang
penting masa lalu, tetapi d yang melihat masa kini sebagai focus usaha dalam
perjuangannya. Sebaliknya ada yang jauh melihat kedepan. Pandangan yang berbeda
dalam dimensi waktu ini sangat mempengaruhi perencanaan hidup masyarakatnya.
4. Hakekat hubungan manusia dengan alam
sekitar, dan
Ada yang percaya bahwa
alam itu dahsyat dan mengenai kehidupan manusia. Sebaliknya ada yang mengangga
alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk dikuasai manusia. Akan tetapi
ada juga kebudayaan ingin mencari harmoni dan keselarasan dengan alam. Cara
pandang ini akan berpengaruh terhadap pola aktivitas masyarakatnya.
5. Hakekat dari hubungan manusia dengan
manusia sesamanya.
Dalam banyak kebudayaan
hubungan ini tampak dalam bentuk orientasi berfikir, cara bermusyawarah,
mengambil keputusan dan bertindak. Kebudayaan yang menekankan hubungan
horizontal (koleteral) antar individu, cenderung untuk mementingkan hak asasi,
kemerdekaan, dan kemandirian seperti terlihat dalam masyarakat-masyarakat
eligetarian. Sebaliknya kebudayaan yang menekankan hubungan vertical cenderung
untuk mengembangkan orientasi keatas (kepada senioritas, penguasa atau
pemimpin). Orientasi ini banyak terdapat dalam masyarakat paternalistic
(kebapaan). Tentu saja pandangan ini mempengaruhi proses dinamika dan mobilitas
social masyarakatnya.
Pola orientasi nilai
budaya yang hitam putih tersebut di atas merupakan pola ideal untuk
masing-masing pihak. Dalam kenyataanya terdapat nuansa atau variasi antara
kedua pola yang ekstrim itu yang dapat disebut sebagao pola transisional. Kerangka
Kluckhon mengenai lima masalah dasar dalam hidupyang menentukan orientasi nilai
budaya manusia dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Skema Kluckhon : Lima
Masalah Dasar Yang Menentukan Orientasi
Nilai Budaya Manusia
Masalah Dasar Dalam Hidup
|
Orientasi Nilai Budaya
|
||
Konservatif
|
Transisi
|
Progresif
|
|
Hakekat Hidup
|
Hidup itu buruk
|
Hidup itu baik
|
Hidup itu sukar tetapi harus diperjuangkan
|
Hakekat Kerja/karya
|
Kelangsungan hidup
|
Kedudukan dan kehormatan / prestise
|
Mempertinggi prestise
|
Hubungan Manusia Dengan Waktu
|
Orientasi ke masa lalu
|
Orientasi ke masa kini
|
Orientasi ke masa depan
|
Hubungan Manusia Dengan Alam
|
Tunduk kepada alam
|
Selaras dengan alam
|
Menguasai alam
|
Hubungan Manusia Dengan Sesamanya
|
Vertikal
|
Horizontal/ kolekial
|
Individual/mandiri
|
*)
Dimodifikasi dari Pelly (1994:104)
Meskipun cara mengkonsepsikan lima
masalah pokok dalam kehidupan manusia yang universal itu sebagaimana yang
tersebut diatas berbeda – beda untuk tiap masyarakat dan kebudayaan, namun
dalam tiap lingkungan masyarakat dan kebudayaan tersebut lima hal tersebut di
atas selalu ada. Sementara itu Koentjaraningrat telah menerapkan kerangka Kluckhohn di atas untuk
menganalisis masalah nilai budaya bangsa Indonesia, dan menunjukkan titik –
titik kelemahan dari kebudayaan
Indonesia yang menghambat pembangunan nasional.
Kelemahan utama antara lain mentalitas meremehkan mutu, mentalitas suka
menerabas, sifat tidak percaya kepada diri sendiri, sifat tidak berdisiplin
murni, mentalitas suka mengabaikan tanggungjawab.
Kerangka Kluckhohn itu juga telah
dipergunakan dalam penelitian dengan kuesioner untuk mengetahui secara objektif
cara berfikir dan bertindak suku – suku di Indonesia umumnya yang menguntungkan
dan merugikan pembangunan. Selain itu juga, penelitian variasi orientasi nilai
budaya tersebut dimaksudkan disamping untuk mendapatkan gambaran sistem nilai
budaya kelompok – kelompok etnik di Indonesia, tetapi juga untuk menelusuri
sejauhmana kelompok masyarakat itu memiliki system orientasi nilai budaya yang
sesuai dan menopang pelaksanaan pembangunan nasional.
H. Perubahan Kebudayaan
Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah perubahan yang
terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang
saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan.
Definisi perubahan (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai
berikut.
a. John Lewis Gillin dan John Philip
Gillin
Perubahan
kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh
perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk,
ideologi maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat
tersebut
b. Samuel Koenig
Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasimodifikasi yang
terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut
terjadi karena sebab-sebab internal maupun eksternal.
c. Selo Soemardjan
Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk
nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam
masyarakat
d. Kingsley David
Perubahan
kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.
-
Masyarakat dan kebudayaan di mana pun selalu dalam keadaan berubah, ada
beberapa sebab perubahan :
1.Sebab
yang berasal dari masyarakat dan lingkungannya sendiri,misalnya perubahan
jumlah dan komposisi
2.sebab
perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang
hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan
kebudayaan lain, cenderung untuk berubah secara lebih cepat.
3.adanya
difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Dalam masyarakat maju,
perubahan kebudayaan biasanya terjadi melalui Penemuan (discovery) dalam bentuk ciptaan baru (inovatiori) dan melalui proses difusi. Discovery merupakan jenis penemuan baru yang mengubah persepsi
mengenai hakikat suatu gejala mengenai hubungan dua gejala atau lebih. Invention adalah suatu penciptaan
bentuk baru yang berupa benda (pengetahuan) yang dilakukan melalui penciptaan
dan didasarkan atas pengkom-binasian pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada
mengenai benda dan gejala yang dimaksud.
-
Ada
empat bentuk peristiwa perubahan kebudayaan.
1. Cultural lag, yaitu perbedaan antara taraf
kemajuan berbagai bagian dalam kebudayaan suatu masyarakat. Dengan kata lain,
cultural lag dapat diartikan sebagai bentuk ketinggalan kebudayaan, yaitu
selang waktu antara saat benda itu diperkenalkan pertama kali dan saat benda
itu diterima secara umum sampai masyarakat menyesuaikan diri terhadap benda
tersebut.
2. Cultural survival, yaitu suatu konsep
untuk meng-gambarkan suatu praktik yang telah kehilangan fungsi pentingnya
seratus persen, yang tetap hidup, dan berlaku semata-mata hanya di atas
landasan adat-istiadat semata-mata. Jadi, cultural survival adalah pengertian
adanya suatu cara tradisional yang tak mengalami perubahan sejak dahulu hingga
sekarang.
3. Pertentangan kebudayaan (cultural
conflict), yaitu proses pertentangan antara budaya yang satu dengan budaya yang
lain.Konflik budaya terjadi akibat terjadinya perbedaan kepercayaan atau
keyakinan antara anggota kebudayaan yang satu dengan yang lainnya.
4. Guncangan kebudayaan (cultural shock), yaitu
proses guncangan kebudayaan sebagai akibat terjadinya perpindahan secara
tiba-tiba dari satu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Ada empat tahap yang membentuk siklus cultural shock, yaitu: (1)
tahap inkubasi, yaitu tahap pengenalan terhadap budaya baru, (2) tahap kritis,
ditandai dengan suatu perasaan dendam; pada saat ini terjadi korban cultural
shock, (3) tahap kesembuhan, yaitu proses melampaui tahap kedua, hidup dengan
damai, dan (4) tahap penyesuaian diri; pada saat ini orang sudah membanggakan
sesuatu yang dilihat dan dirasakan dalam kondisi yang baru itu; sementara itu
rasa cemas dalam dirinya sudah berlalu.
-
Perubahan
kebudayaan yang terjadi dalam suatu bangsa tidak luput dari faktor-faktor yang mempengaruhi.
Menurut Soerjono Soekanto faktor-faktor tersebut
terbagi menjadi 2, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
-
Faktor
intern merupakan
faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan
kebudayaan, yang diantaranya:
1. Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian, dan
Migrasi.
2.
Adanya
penemuan baru,
seperti: Adanya ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada (Discovery),
Penyempurnaan penemuan baru (Invention), dan Proses pembaharuan atau
melengkapi atau mengganti yang telah ada (Innovation).
3.
Konflik
yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang
terlibat di dalamnya, misalnya menjadi pendiam, murung, tidak mau bergaul, atau
bahkan berusaha memperbaiki keadaan tersebut supaya menjadi lebih baik.
4.
Pemberontakan
atau revolusi.
Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur pemerintahan pada suatu negara.
-
Faktor
ekstern merupakan
faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi sosial yang
mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
1. Peperangan. Hal ini dapat menyebabkan
perubahan yang mendasar pada suatu negara baik seluruh wujud budaya (sistem
budaya, sistem sosial, dan unsur-unsur budaya fisik) maupun seluruh unsur
budaya (sistem pengetahuan, teknologi, ekonomi, bahasa, kesenian, sistem
religi, dan kemasyarakatan). Biasanya akibat ini lebih berpengaruh kepada
negara yang kalah.
2.
Perubahan
alam. Pada zaman sekarang sebagian besar
hal ini disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan
alam, seperti mebuang sampah sembarangan, penebangan liar, pembangunan terus
menerus di lahan pertanian, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat merugikan
manusia sendiri seperti kehilangan keluarga, tempat tinggal, harta benda, dan
sarana umum lainnya.
3.
Pengaruh
budaya lain,
seperti: Penyebaran kebudayaan (Difusi), Pembauran antar budaya yang
masih terlihat masing-masing sifat khasnya (Akulturasi), dan Pembauran
antar budaya yang menghasilkan budaya yang baru tanpa terlihat budaya yang lama
sama sekali (Asimilasi).
I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan
antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan
kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana
itu hubungan keduanya ?
Dalam sosiologi manusia
dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya
berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan
kebudayaan, clan setclah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup
manusia agar sesuai dcngannya. Tampak baliwa keduanya akhimya merupakan satu
kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara
manusia dengan peraturan – peraturan kemasyarakatan. Pada saat awalnya
peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang
membuatnya akan patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari
kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu
sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang
dari kemauan manusia yang membuatnya.
Dari sisi lain, hubungan
antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara
manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling
terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana
manusia mengekspresikan dirinya dengan mengembang dunianya. Melaui
eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
2. Obyektivasi, yaitu proses dimana
masyarakatnya menjadi realitas obyektid yaitu suatu kenyataan yang terpisah
dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarkat dengan
segala pranata sosialnyaakan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana
masyarkatnya disergap kembali oleh manusia, Maksdunya, bahwa manusia
mempelajari kembali masyarakatya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik
sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakatnya.
Apabila manusia melupakan bahwa masyarakat
adalah ciptaan manusia, dia akan menjadi terasing atau tealinasi (Berger, dalam
terjemahan M.Sastrapratedja, 1991; hal : xv)
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Dan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Dan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
1. Penganut kebudayaan
2. Pembawa kebudayaan
3, Manipulator kebudayaan
4. Pencipta kebudayaan
Sumber
:
.
No comments:
Post a Comment